Blogroll
Halaman Blogger Petani
Sample Text
Silahkan tinggalkan komentar Anda, karena setiap kritik dan saran Anda sangat membantu kami para petani untuk menulis blog ini menjadi lebih baik lagi.
email : akunbareng2@gmail.com
email : akunbareng2@gmail.com
Postingan Acak
Lagi Loading, Di mohon Sabar
Didukung oleh: Nelayan Sawah.
Rabu, 05 Desember 2012
Resto yang menyediakan menu Ayam Bakar dengan dua varian spesial, XP (Extra Pedas) dan ORI (rasa Original).Jento Ayam bakar launcing perdana pada tanggal 5 Oktober 2012. Owner dan Founder dari Jento Ayam Bakar sendiri adalah Zenius dan Tanto. Keduanya adalah pemilik dari Jento Ayam Bakar. Semoga kedepannya Jento Ayam Bakar menjadi lebih maju dan terkenal lagi. Amin...
Senin, 06 Agustus 2012
Sentimen Agama Di Pemilukada DKI Jakarta
Sebelumnya saya tegaskan! Saya menulis artikel ini bukan karena
mengkampanyekan calon atau kandidat tertentu. Seperti sudah kita ketahui
bahwa dalam pemilukada DKI jakarta kemarin, pasangan yang lolos ke
putaran kedua adalah Foke-Nara (Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli) dan
Jokowi-Ahok (Joko Widodo-Basuki Tjahaja). Yang “unik” dari pemilukada
DKI Jakarta sekarang adalah adanya kandidat yang memiliki latar belakang
non-muslim, walaupun hanya sebagai cawagub. Bagi saya ini sebuah
langkah yang berani karena mungkin ini adalah cawagub pertama sepanjang
sejarah Pemilukada DKI Jakarta yang berasal dari kalangan non-muslim.
Memang dulu pernah ada Gubernur DKI non muslim yaitu Henk Ngantung itu
pun dulu sebelum ada Pilkada langsung seperti sekarang.
Sebenarnya pada era demokrasi dewasa ini latar belakang agama sudah tidak jadi sebuah isu yang harus dipermasalahkan. Namun apa mau dikata ternyata masih saja ada kampanye-kampanye hitam (black campaign) bernada sara dengan isu sentimen agama. Tapi faktanya warga Jakarta tidak mempermasalahkan latar belakang agama sebagai acuan pilihan mereka, itu terbukti dengan menangnya kandidat nomor urut 3 diputaran pertama.
Jika kita bicara pemimpin dan latar belakang agama, apakah pemimpin muslim semuanya baik dan pemimpin non-muslim semuanya buruk atau sebaliknya?
Pada saat zaman Rasulullah banyak para pengikutnya yang mengalami penyiksaan di Mekah. Maka dari itu Rasulullah meyuruh pengikutnya untuk pergi kesuatu negeri. “Jika kalian pergi ke negeri Abyssinia, disana engkau akan mendapatkan seorang raja yang adil dan bijaksana. Suatu negeri yang kalian bebas dan leluasa beragama. Sampai suatu saat Allah memberikan jalan yang dapat menghindarkan penderitaan yang kalian tanggung sekarang ini”. Raja yang dikisahkan ini bernama Negus yang beragama Kristen. Ini membuktikan bahwa Rasulullah saja menyuruh pengikutnya untuk pergi mencari perlindungan pada seorang raja yang beragama kristen. (Dalam Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik, Hal. 123, karya Martin Lings)
Kebijakan raja Negus ini juga tergambar dalam kisah, ketika para pemimpin Quraisy meminta agar para pengungsi itu diserahkan kepada mereka. Namun Negus berkata lain: “Tidak!, Demi Tuhan, mereka tidak boleh dikhianati mereka telah meminta suaka perlindunganku dan menjadikan negeriku sebagai tempat tinggal, serta telah memilihku dari yang lainnya! Mereka tidak akan kuserahkan, sebelum aku memanggil mereka dan menanyakan perihal mereka seperti yang dikemukakan utusan ini. Jika memang benar, seperti yang dikatakan, maka mereka akan kuserahkan untuk dibawa kembali kepada kaum mereka sendiri. Namun, jika tidak, aku akan menjadi pelindung yang baik selama mereka meminta perlindunganku.” (Dalam Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik, Hal. 125, karya Martin Lings)
Jika kita mengambil hikmah dari kisah diatas, bahwa kepemimpinan yang baik dan bijak tidak harus hanya berpatokan pada latar belakang agama. Apapun latar belakang agamanya dia bisa saja menjadi pemimpin yang bijak atau menjadi pemimpin yang jahat.
Oleh : Diki Permana
Sebenarnya pada era demokrasi dewasa ini latar belakang agama sudah tidak jadi sebuah isu yang harus dipermasalahkan. Namun apa mau dikata ternyata masih saja ada kampanye-kampanye hitam (black campaign) bernada sara dengan isu sentimen agama. Tapi faktanya warga Jakarta tidak mempermasalahkan latar belakang agama sebagai acuan pilihan mereka, itu terbukti dengan menangnya kandidat nomor urut 3 diputaran pertama.
Jika kita bicara pemimpin dan latar belakang agama, apakah pemimpin muslim semuanya baik dan pemimpin non-muslim semuanya buruk atau sebaliknya?
Pada saat zaman Rasulullah banyak para pengikutnya yang mengalami penyiksaan di Mekah. Maka dari itu Rasulullah meyuruh pengikutnya untuk pergi kesuatu negeri. “Jika kalian pergi ke negeri Abyssinia, disana engkau akan mendapatkan seorang raja yang adil dan bijaksana. Suatu negeri yang kalian bebas dan leluasa beragama. Sampai suatu saat Allah memberikan jalan yang dapat menghindarkan penderitaan yang kalian tanggung sekarang ini”. Raja yang dikisahkan ini bernama Negus yang beragama Kristen. Ini membuktikan bahwa Rasulullah saja menyuruh pengikutnya untuk pergi mencari perlindungan pada seorang raja yang beragama kristen. (Dalam Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik, Hal. 123, karya Martin Lings)
Kebijakan raja Negus ini juga tergambar dalam kisah, ketika para pemimpin Quraisy meminta agar para pengungsi itu diserahkan kepada mereka. Namun Negus berkata lain: “Tidak!, Demi Tuhan, mereka tidak boleh dikhianati mereka telah meminta suaka perlindunganku dan menjadikan negeriku sebagai tempat tinggal, serta telah memilihku dari yang lainnya! Mereka tidak akan kuserahkan, sebelum aku memanggil mereka dan menanyakan perihal mereka seperti yang dikemukakan utusan ini. Jika memang benar, seperti yang dikatakan, maka mereka akan kuserahkan untuk dibawa kembali kepada kaum mereka sendiri. Namun, jika tidak, aku akan menjadi pelindung yang baik selama mereka meminta perlindunganku.” (Dalam Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik, Hal. 125, karya Martin Lings)
Jika kita mengambil hikmah dari kisah diatas, bahwa kepemimpinan yang baik dan bijak tidak harus hanya berpatokan pada latar belakang agama. Apapun latar belakang agamanya dia bisa saja menjadi pemimpin yang bijak atau menjadi pemimpin yang jahat.
Oleh : Diki Permana
Minggu, 05 Agustus 2012
Islamku karena Pencarian Kebenaran Bukan “keberuntungan”
Ada pernyataan yg menurut saya sangat mungkin
mempengaruhi bentuk keagamaan yang kita anut
masing-masing dari kita.
John Hick mengatakan, seseorang yang dilahirkan
dari orang tua beragama Buddha di Thailand
sangat mungkin beragama Buddha pula; yang lahir
dari pasangan Muslim Saudi Arabia, akan menjadi
Muslim pula; dari pasangan Kristen Meksiko, akan
menjadi Kristen pula, demikian seterusnya. Dapat
disaksikan hingga hari ini, kata Hick lebih lanjut,
generasi baru para pemeluk agama masih
dipengaruhi secara mendalam oleh konteks kultur-
keberagamaan masa lalu (leluhur) mereka ditempat
masing-masing. (Dalam “Satu Tuhan Banyak
Agama”, Media Zainul Bahri).
Pendapat Hick diatas saya anggap “keberuntungan”
bagi saya, karena saya lahir dari keluarga Muslim
dan sekarang saya jadi Muslim. Tapi saya tidak
mau ke-Islam-an saya dikarenakan faktor
“beruntung” tadi. Saya mau ke-Islam-an saya
karena pencarian kebenaran sehingga saya yakin
dan nyaman memeluknya. Sekali lagi saya tidak
ingin ke-Islam-an Saya karena sebuah
“keberuntungan”.
mempengaruhi bentuk keagamaan yang kita anut
masing-masing dari kita.
John Hick mengatakan, seseorang yang dilahirkan
dari orang tua beragama Buddha di Thailand
sangat mungkin beragama Buddha pula; yang lahir
dari pasangan Muslim Saudi Arabia, akan menjadi
Muslim pula; dari pasangan Kristen Meksiko, akan
menjadi Kristen pula, demikian seterusnya. Dapat
disaksikan hingga hari ini, kata Hick lebih lanjut,
generasi baru para pemeluk agama masih
dipengaruhi secara mendalam oleh konteks kultur-
keberagamaan masa lalu (leluhur) mereka ditempat
masing-masing. (Dalam “Satu Tuhan Banyak
Agama”, Media Zainul Bahri).
Pendapat Hick diatas saya anggap “keberuntungan”
bagi saya, karena saya lahir dari keluarga Muslim
dan sekarang saya jadi Muslim. Tapi saya tidak
mau ke-Islam-an saya dikarenakan faktor
“beruntung” tadi. Saya mau ke-Islam-an saya
karena pencarian kebenaran sehingga saya yakin
dan nyaman memeluknya. Sekali lagi saya tidak
ingin ke-Islam-an Saya karena sebuah
“keberuntungan”.
Oleh: Diki Permana
Jumat, 03 Agustus 2012
orang bodoh dan polisi yang bodoh
ini kisah nyata, cerita saya waktu ditilang polisi
ceritanya ini bermula dari saya mengantar pacar saya, pada waktu itu pacar saya minta diantar kesekolahnya, karna waktu itu saya sedang tidak sibuk apa-apa, saya pun dengan sangat senang mengantarkannya. tepat pukul 11.30 WIB saya berangkat untuk mengantarnya. karna waktu itu sedang buru-buru, saya pun tancap gas ke sekolahnya, pada saat itu terlihat dari kejauhan traficlight (lampu merah) berwarna hijau, saya pun menambah kecepatan motor saya agar terhindar dari lampu merah, namum sial, lampu itu pun berganti warna merah. karna kondisi jalan sepi dan saya pun dalam keadaan ngebut, saya teroboslah lampu merah tersebut, tiba-tiba seorang polisi berdiri ditengah jalan dan memberentikan saya, saya pun langsung ngrem mendadak "buset neh polisi mau mampus kali yah berentiin ditengah jalan" ungkap saya dalam hati sambil ketakutan.
Pak polisi "minggir kamu", saya pun menepi dipinggir jalan.
"kenapa menerobos lampu merah" ujarnya.
"sa..sa..saya ngak ngliat pak" saya gugup dan ketakutan.
pak polisi "mana SIM dan STNK kamu".
saya "ngak ada pak, rumah saya deket, saya cuma nganterin ade saya sekolah, jadi gak bawa apa-apa".
polisi itupun mencabut kunci motor saya sambi berkata "ikut saya ke pos". saya pun mengikutinya. (sebelumnya pas saya ditilang saya menyuruh pacar saya masuk kesekohnya, karna sekolahnya cuma beberapa meter dr tempat saya ditilang) lanjut ceritanya,. Polisi itu pun mengintrogasi saya lebih lanjut "kamu ini udah nerobos lampu merah, gak ada SIM, STNK, kena pasal berlapis nih kamu". saya pun semakin merasa takut "maaf pak, rumah saya kan deket, lagian saya cuma nganterin ade saya" dengan tutur nada yg lemas dan muka yang pucat (muka melas). pak polisi "alasan kamu, yasudah mau diselesain disini apa dipengadilan, kamu ini banyak pelanggarannya, udah nerobos lampu merah, gak ada SIM, STNK, motor tampa spion, bla bla bla bla.... kamu bisa kena 750ribu klo disidang". saya terkejut kaget, saya bertanya "klo diselesain disini kena brp". pak polisi "500ribu ajah". "hah" sayapun kaget "duit drmana saya pak. bawa dompet juga kagak". pak polisi "yasudah brti disidang ajah". saya "jangan-jangan pak.. gimana yahh.. gini ajah dirumah saya punya duit 300ribu. bapak mau ngak..?. pak polisi "aduh 500rbu dek". saya "ya pak. tolong lah pak. ini bukan motor saya" sambil memasang muka sedih. pak polisi "ya udah deh, rumah kamu dimana, jauh gak". saya "di daerah cipondoh". pak polisi "kamu naek anggkot ajah, kan motor saya tahan". saya : "kan saya gak bawa apa-apa pak, duit drmn buat naek anggkok!!"
polisi itupun memberi saya uang sebesar 10ribu rupiah sambil berkata "neh buat naek angkot, tapi jangan lama-lama jem 1 saya ganti sip, jadi jem 1 saya udh gak dsni". sayapun menjawab : "makasih pak, tapi klo angkotnya ngetem trus macet, dan bapak udah gak dsni, saya bayar ke siapa. trus motor saya gimana" . pak polisi "emmm iya yah. gimana yah". saya: "gini ajah dah pak, saya bawa motor saya. bapak pegang hp saya buat jaminan". pak polisi "hp apaan neh (maklum hp esia jadul), udah bawa ajah motornya. tp jgn bohong ya. awas kamu (sambil mengancam). dengan membawa surat tilang. saya pun tancap gas pulang kerumah.
ceritanya ini bermula dari saya mengantar pacar saya, pada waktu itu pacar saya minta diantar kesekolahnya, karna waktu itu saya sedang tidak sibuk apa-apa, saya pun dengan sangat senang mengantarkannya. tepat pukul 11.30 WIB saya berangkat untuk mengantarnya. karna waktu itu sedang buru-buru, saya pun tancap gas ke sekolahnya, pada saat itu terlihat dari kejauhan traficlight (lampu merah) berwarna hijau, saya pun menambah kecepatan motor saya agar terhindar dari lampu merah, namum sial, lampu itu pun berganti warna merah. karna kondisi jalan sepi dan saya pun dalam keadaan ngebut, saya teroboslah lampu merah tersebut, tiba-tiba seorang polisi berdiri ditengah jalan dan memberentikan saya, saya pun langsung ngrem mendadak "buset neh polisi mau mampus kali yah berentiin ditengah jalan" ungkap saya dalam hati sambil ketakutan.
Pak polisi "minggir kamu", saya pun menepi dipinggir jalan.
"kenapa menerobos lampu merah" ujarnya.
"sa..sa..saya ngak ngliat pak" saya gugup dan ketakutan.
pak polisi "mana SIM dan STNK kamu".
saya "ngak ada pak, rumah saya deket, saya cuma nganterin ade saya sekolah, jadi gak bawa apa-apa".
polisi itupun mencabut kunci motor saya sambi berkata "ikut saya ke pos". saya pun mengikutinya. (sebelumnya pas saya ditilang saya menyuruh pacar saya masuk kesekohnya, karna sekolahnya cuma beberapa meter dr tempat saya ditilang) lanjut ceritanya,. Polisi itu pun mengintrogasi saya lebih lanjut "kamu ini udah nerobos lampu merah, gak ada SIM, STNK, kena pasal berlapis nih kamu". saya pun semakin merasa takut "maaf pak, rumah saya kan deket, lagian saya cuma nganterin ade saya" dengan tutur nada yg lemas dan muka yang pucat (muka melas). pak polisi "alasan kamu, yasudah mau diselesain disini apa dipengadilan, kamu ini banyak pelanggarannya, udah nerobos lampu merah, gak ada SIM, STNK, motor tampa spion, bla bla bla bla.... kamu bisa kena 750ribu klo disidang". saya terkejut kaget, saya bertanya "klo diselesain disini kena brp". pak polisi "500ribu ajah". "hah" sayapun kaget "duit drmana saya pak. bawa dompet juga kagak". pak polisi "yasudah brti disidang ajah". saya "jangan-jangan pak.. gimana yahh.. gini ajah dirumah saya punya duit 300ribu. bapak mau ngak..?. pak polisi "aduh 500rbu dek". saya "ya pak. tolong lah pak. ini bukan motor saya" sambil memasang muka sedih. pak polisi "ya udah deh, rumah kamu dimana, jauh gak". saya "di daerah cipondoh". pak polisi "kamu naek anggkot ajah, kan motor saya tahan". saya : "kan saya gak bawa apa-apa pak, duit drmn buat naek anggkok!!"
polisi itupun memberi saya uang sebesar 10ribu rupiah sambil berkata "neh buat naek angkot, tapi jangan lama-lama jem 1 saya ganti sip, jadi jem 1 saya udh gak dsni". sayapun menjawab : "makasih pak, tapi klo angkotnya ngetem trus macet, dan bapak udah gak dsni, saya bayar ke siapa. trus motor saya gimana" . pak polisi "emmm iya yah. gimana yah". saya: "gini ajah dah pak, saya bawa motor saya. bapak pegang hp saya buat jaminan". pak polisi "hp apaan neh (maklum hp esia jadul), udah bawa ajah motornya. tp jgn bohong ya. awas kamu (sambil mengancam). dengan membawa surat tilang. saya pun tancap gas pulang kerumah.
sesampainya dirumah saya pun melaporkan kejadian tersebut kpd ayah saya.
saya : pak, td saya ditilang di cikokol, ne surat tilangnya
ayah : apanya yg ditilang.
saya : ngak ada c, cuma dpet surat tilang doang
ayah : yawdah ngapain lu balik lagi, kan kaga ada yg ditilang, itu mah polisi yg nyari duit
saya pun terbengong dan berpikir, "ow iya yah ngapain w balik lagi, kan gak ada yg disita, hhahaha"
jadi saya yang begitu bego ajah bisa bego-begoin seorang polisi. ngak kena duit malah dapet duit 1o ribu. hhahaha... intinya jika kalian ditilang polisi yang begitu.. ya pura-pura polos en bego lah.. sambil memasang muka sedih.. wkwkwkwkw
jadi saya yang begitu bego ajah bisa bego-begoin seorang polisi. ngak kena duit malah dapet duit 1o ribu. hhahaha... intinya jika kalian ditilang polisi yang begitu.. ya pura-pura polos en bego lah.. sambil memasang muka sedih.. wkwkwkwkw
oleh : alan Saputra
Jumat, 06 Juli 2012
Kisah seorang "Jenius"
Sudah satu tahun lebih nelayan sawah ada dan eksis di planet ini. Banyak cerita seru selama 2 semester ini. Ah,, sudah lama juga w gak menulis di blog ini. Akhirnya w bisa pulang kampung juga liburan semester ini,, Bahagianya,,, :D. Ya iyalah, gimana gak bahagia, selama kuliah w baru pertama ini gak pulang kampung di liburan semester. Dengan perjuangan yang gak pantang menyerah dan semangat yang gak mati", serta dukungan dari petani", akhirnya w bisa juga pulang kampung. Hha,,
di tulisan ini w akan menulis flasback w selama 2 semester ini.
Kisah pertama stresnya w gara" gak bisa pulang kampung semester 5 lalu, Ya itu karena w gak dapat tempat magang. Bayangkan Cuy, Tadinya w sudah hampir diterima magang di MetroTV dari teman, yah itu katanya disana ada orang dalem. Gimana gak senangnya w? MetroTV cuy??? Eh,, mendadak teman w batalin, katanya disana sulit magangnya. Terus teman w ngajakin magang di RCTI. Lumayan,, paling gak sering ketemu artis. Hhe,, Tapi batal juga. sudah 1 bulan lebih gak ada panggilan. Tapi w belum menyerah, teman" nelsaw ngajakin w ngelamar tempat magang di Koran Rakyat Merdeka. Dengan penuh percaya diri w coba tanya orang sana. "Maaf mas, tempat ini peserta magangnya udah penuh." Ah.. Sial!!! dengan rasa putus asa w pulang kerumah dengan tangan hampa. Rezeki emang gak kemana Cuy, w diajak Alan magang ditempat dia, Tangerang Ekspres. Alhamdulilah dapet dan w bisa magang disana. Itu juga w dapet nilai A KKLnya, keren..
Kisah selanjutnya terungkapnya kedok si "belok". Agak kasar emang. Gimana gak, selama ini kebaikan w cuma dimamfaatin doank ama tu cewek. Pengorbanan w gak sedikit itu sia". Bayangkan coba, w uda bantu tugas kuliah dia, eh.. klo ketemu dijalan dia pura" gak nengok, langkah kakinya tiba" membelok. Dari situ dia w bilang "si belok". Cinta kadang" membuat orang buta dan menghilangkan separuh logikanya.
Kisah berikutnya kita tinggalin yang galau". Di semester ini w ama petani" nelsaw berlibur ke Pulau Seribu, Untung Jawa. Bagus tempatnya. Dengan perjalanan 1 jam dari perahu sampai tiba ke pelabuhan pulau untung jawa. Tapi, w mual tuh. tapi w gak separah Mamad, yang sampe muntah" di perahu. Hhe,, seru disana. Berasa dipulau terpencil yan gak berpenghuni. Makanan disana sayangnya gak begitu enak. Mulai dari sini ni w jadi mulai boros ama duit. Maunya jajan mulu. Tapi ada certia lucu, teman w yang yang w sebut "Om Diki", ternyata eksis juga photo"nya. Mulai dari gaya jongkok ampe alay. Hha,,
Oh ya,, disemester ini paling w benci adalah "Tinjauan Nilai". Ya itu nilai UTS w ada yang keluar. Tau tu salah siapa, ntah Dosennya lupa entry nilai w atau kesalahan dari sistem kampusnya. Ah intinya, w gak bisa lama" liburan gara" harus ngurusin "Tinjauan Nilai" itu. Kan rugi w. Mudah"an ada keajaiban, nilai w bisa keluar atau dosennya yang bantuin. Amin..
Disemester ini kisah yang terhebat adalah w ama Tanto mau buka usaha. Biarpun gak mudah, tapi dengan semangat yang besar w ama Tanto mulai mencoba membuat satu makanan. Ya,, Piscok!". Kata Tanto sih itu makanan Absolut. Hhe,, Resep uda didapat, Nama Brand uda ada, tapi sekarang kendalanya adalah tempat jualannya yang gak mudah didapat. Maunya sih di kampus. Tapi kayannya Bu Tutik sang pengelola sewa tempat dagang di kampus kurang bisa diharapkan. Tampaknya dia kurang yakin dengan rencana w ini. Tapi gak menyerah, masih ada rencana lain. tapi w juga gak akan tulis lagi. Tunggu sampai W ma Tanto berhasil. Doakan, Ok!.
Ah,, ZzzZz w uda ngantuk. Sampai disini tulisan w. kesimpulannya, Nelayan Sawah itu, orang"nya bukan orang biasa. Tapi luar biasa. W mau tidur!!!
Sabtu, 28 Januari 2012
Bisakah Kita Hidup Tanpa Bantuan Orang Lain yang Tidak Seagama?
Bayangkan! Jika kita akan membeli sesuatu kita harus menanyakan pada si penjual, agamanya apa. Waduh itu sangat merepotkan. Dan sangat tidak efisien dan boros. "Dan pemboros-pemboros itu temannya setan".
Sekarang kita lihat barang-barang disekitar kita. Mulai dari handpone, televisi, komputer, bahkan mainan anak-anak. Hampir mustahil jika pembuatan barang-barang tersebut tidak ada campur tangan orang yang tidak seagama.
Dalam pemikiran saya dari manapun asalnya jika sesuatu itu baik tidak ada salahnya jika kita menggunakannya atau mengadopsinya
Sudahlah kita jangan terlalu "ribet" dengan hal-hal seperti itu. Seperti almarhum Gus Dur mengatakan "gitu aja kok repot"
Oleh: Diki Permana
Sekarang kita lihat barang-barang disekitar kita. Mulai dari handpone, televisi, komputer, bahkan mainan anak-anak. Hampir mustahil jika pembuatan barang-barang tersebut tidak ada campur tangan orang yang tidak seagama.
Dalam pemikiran saya dari manapun asalnya jika sesuatu itu baik tidak ada salahnya jika kita menggunakannya atau mengadopsinya
Sudahlah kita jangan terlalu "ribet" dengan hal-hal seperti itu. Seperti almarhum Gus Dur mengatakan "gitu aja kok repot"
Oleh: Diki Permana
Selasa, 24 Januari 2012
Apapun bangsanya dihadapan Tuhan sama
Apa yang membedakan dan istimewanya kita dihadapan Tuhan adalah iman kita, bukan karena kita mempunyai garis keturunan dengan Muhammad, keturunan Yahudi, keturunan ras Arya atau keturunan bangsa apapun. Karena Tuhan tidak pernah membedakan dari mana asal kita, bangsa Arab atau Indonesia. Bukankah Islam mengajarkan kesetaraan pada setiap bangsa.
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."(Al Hujuraat: 13)
Jadi apakah ada bangsa yang lebih istimewa dara bangsa lainya. Dan apakah ada bangsa yang lebih rendah dari bangsa lainnya. Jika klaim bangsa dirinya yang terbaik mungkin itu bisa menimbulkan Genosida semasa Hitler, itu sungguh sangat mengerikan. Dan kita tidak ingin itu terjadi.
Oleh: Diki Permana
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."(Al Hujuraat: 13)
Jadi apakah ada bangsa yang lebih istimewa dara bangsa lainya. Dan apakah ada bangsa yang lebih rendah dari bangsa lainnya. Jika klaim bangsa dirinya yang terbaik mungkin itu bisa menimbulkan Genosida semasa Hitler, itu sungguh sangat mengerikan. Dan kita tidak ingin itu terjadi.
Oleh: Diki Permana
Jangan Bakar Bendera Suatu Negara!
Apakah kamu cinta negaramu? Jika kamu cinta negaramu berarti kamu akan hormat pada bendera negaramu, dan kamu tidak akan rela jika bendera negaramu dihina, dengan cara dibakar dan di injak-injak. Sungguh sangat miris melihatnya. Jika dulu ada kasus pengklaiman kebudayaan Indonesia oleh Malaysia, ramai masyarakat berdemo dan juga membakar dan menginjak-injak bendera Malaysia, kasus pembangunan pemukiman yahudi oleh Israel d Palestina. Bendera Israel juga dibakar, kasus karikatur Nabi Muhammad oleh media cetak Denmark, bendera Denmark juga dibakar. Yang paling sering adalah pembakaran bendera Amerika serikat. Menurut saya pembakaran bendera pada suatu demonstrasi sangat tidak etis. Saya sendiri akan sangat marah jika "Merah Putih" dibakar. Bagi saya bendera negara adalah simbol kerhormatan bangsa. Jika memang kebijakan suatu negara luar kita anggap menyimpang janganlah membakar bendera negara tersebut. Kasihan rakyat nya yang tidak terlibat dan mencintai bendera mereka sebagai simbol negaranya.
Oleh: Diki Permana
Minggu, 22 Januari 2012
Demokrasi Jangan Diganggu Gugat
Paham demokrasi memang berasal dari barat. Tapi kalau itu baik tidak salah jika kita mengadopsinya. Tapi yang puritan selalu menjadikan alasan "barat" tersebut, Untuk megubah faham demokrasi dengan faham yang mereka anggap benar. Padahal si puritan bisa berbicara dan berpendapat karena demokrasi. Jadi mereka itu "benci" demokrasi padahal mereka menikmatinya. Itu sangat kontradiksi dengan pernyataan mereka selama ini. Mereka itu seperti kacang yang lupa kulitnya. Indonesia memang negara "beragama" tapi tidak usah menjadi "negara agama".
Jumat, 20 Januari 2012
Kisah Teladan Toleransi Rasulullah saw
Dikisahkan, bahwa pada suatu hari ketika delegasi Kristen Najran mendatangi Rasulullah saw, beliau menerima mereka di masjid. Saat itu Rasulullah saw sedang melaksanakan sholat ashar. Lalu mereka meminta izin kepada Rasulullah saw untuk melakukan kebaktian di masjid. Beliau menjawab, "Biarkan mereka melakukan kebaktian di masjid ini". Mereka pun menunaikan kebaktian sembari menghadap ke arah timur.
(Zuhairi Misrawi, Al-Qur'an Kitab Toleransi, Pustaka Oasis, Jakarta, 2010, hlm. 197)
(Zuhairi Misrawi, Al-Qur'an Kitab Toleransi, Pustaka Oasis, Jakarta, 2010, hlm. 197)
Selasa, 17 Januari 2012
Tulisan Pendek: Agama dan Umat Agama
Sebenarnya tidak ada perang atau konflik “antar-agama” yang ada adalah perang atau konflik “antar-umat agama”. Karena “agama” dan “umat agama” adalah sesuatu yang berbeda. Agama adalah suatu keyakinan yang berisi aturan, dan tentunya aturan-aturan dalam setiap agama tidak ada yang menganjurkan adanya “Perang tanpa dasar alasan yang kuat”. Sedangkan “umat agama” adalah penganutnya, dimana “penganut-penganut” ini tidak semuanya berkata benar. Kadang penganut ini (manusia) memiliki kepentingan, emosi keserakahan, dan ingin berkuasa. Karena keserakahan, kepentingan, dan hasrat ingin berkuasa inilah yang menyebabkan agama seakan "biangnya" konflik.Padahal itu semua karena kebodohan kita sebagai "umat agama".
Oleh: Diki Permana
Jumat, 06 Januari 2012
Ost Pocari Sweet (Heavy Rotation)
Ost Pocari Sweet (Heavy Rotation)
Ini lagu saya cari - cari akhirnya ketemu juga. Lumayanlah buat hilangin galau sejenak. Lyrik lagunya unik & enak didengar. Langsung aja Gan puter lagunya..
Jumat, 07 Oktober 2011
Toleransi Antar-Umat Beragama Sudah Ada Sejak Dahulu
Tentu banyak umat muslim yang mengenal sosok Sunan Kudus. Salah satu dari Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Saya tertarik dengan gaya dakwahnya yang tidak ada unsur paksaan. Beliau juga sangat toleran dengan agama-agama selain Islam. Itu semua terbukti dengan dibangunnya masjid Kudus yang menyerupai pura Hindu. Beliau juga "melarang" masyarakat muslim disana untuk tidak menyembelih/memakan daging sapi. Karena sapi adalah hewan suci bagi umat Hindu. Memang saat itu Hindu adalah agama mayoritas. Dan tradisi itu masih ditaati sampai sekarang, bahkan masyarakat Kudus lebih memilih memakan daging kerbau. Padahal sekarang Islam sudah menjadi agama mayoritas. Tapi itulah toleransi yang hebat tanpa mengenal mayoritas dan minoritas. Berarti toleransi sudah ada sejak lama. Tentunya kita yang hidup dizaman yang bisa dikatakan modern harusnya lebih mengenal apa itu toleransi.
By : Diki Permana Pluralism
Gus Dur : Indonesia Tidak Harus Jadi Negara Islam
Kakek Gus Dur dari ayah (almarhum KH Hasyim Asy’ari) sudah ngotot berpendapat bahwa kita tidak butuh negara Islam untuk menerapkan syariat Islam. Biar masyarakat yang melaksanakan (ajaran Islam), bukan karena diatur oleh negara.
Pernyataan Yang sangat popular tentu soal pribumisasi Islam. Ini adalah cara Gus Dur khususnya dan NU umumnya untuk menolak Arabisasi.
Gagasan Gus Dur yang sampai sekarang masih konsisten juga adalah aspek penolakannya terhadap negara Islam. Dia mungkin terpengaruh oleh buah pikiran Ali Abdul Raziq (ulama Mesir) yang mengatakan tidak adanya konsep negara Islam. Sampai sekarang, dengan pilihan itu, dia dicaci-maki dan berhadapan dengan banyak orang.
Salah satu pemikiran Gus Dur yang sudah cukup jelas juga adalah visi kebangsaannya. Visi kebangsaan itu berulang kali dia tuangkan dalam ungkapan bahwa tidak ada ajaran Islam yang mengharuskan untuk menegakkan negara Islam. Itu berulangkali dia katakan. Dia juga sering mengatakan, ”Meski saya Islam dan mayoritas orang Indonesia itu beragama Islam, tidak terbesit sedikit pun di pikiran saya untuk mendominasi Indonesia ini atas nama Islam.” Gus Dur juga seringkali mengatakan bahwa yang ia perjuangkan adalah Islam berwatak kultural, bukan Islam yang selalu ingin tampil di kelembagaan politik. Prinsip itu diwujudkannya dengan cara membentuk partai politik yang bervisi kebangsaan.
Selain Gus Dur, KH Sahal Mahfudz yang menolak formalisasi syariat Islam atau perda bernuansa syariah Islam. Gus Mus atau KH Mustofa Bisri juga seperti itu. Artinya mereka ingin menjadikan fikih sebagai dunia di dalam basis kulturalnya saja dan tidak masuk ke dalam institusi negara.
(Diambil dari beberapa wawancara Jaringan Islam Liberal)
Oleh: Diki Permana
Pernyataan Yang sangat popular tentu soal pribumisasi Islam. Ini adalah cara Gus Dur khususnya dan NU umumnya untuk menolak Arabisasi.
Gagasan Gus Dur yang sampai sekarang masih konsisten juga adalah aspek penolakannya terhadap negara Islam. Dia mungkin terpengaruh oleh buah pikiran Ali Abdul Raziq (ulama Mesir) yang mengatakan tidak adanya konsep negara Islam. Sampai sekarang, dengan pilihan itu, dia dicaci-maki dan berhadapan dengan banyak orang.
Salah satu pemikiran Gus Dur yang sudah cukup jelas juga adalah visi kebangsaannya. Visi kebangsaan itu berulang kali dia tuangkan dalam ungkapan bahwa tidak ada ajaran Islam yang mengharuskan untuk menegakkan negara Islam. Itu berulangkali dia katakan. Dia juga sering mengatakan, ”Meski saya Islam dan mayoritas orang Indonesia itu beragama Islam, tidak terbesit sedikit pun di pikiran saya untuk mendominasi Indonesia ini atas nama Islam.” Gus Dur juga seringkali mengatakan bahwa yang ia perjuangkan adalah Islam berwatak kultural, bukan Islam yang selalu ingin tampil di kelembagaan politik. Prinsip itu diwujudkannya dengan cara membentuk partai politik yang bervisi kebangsaan.
Selain Gus Dur, KH Sahal Mahfudz yang menolak formalisasi syariat Islam atau perda bernuansa syariah Islam. Gus Mus atau KH Mustofa Bisri juga seperti itu. Artinya mereka ingin menjadikan fikih sebagai dunia di dalam basis kulturalnya saja dan tidak masuk ke dalam institusi negara.
(Diambil dari beberapa wawancara Jaringan Islam Liberal)
Oleh: Diki Permana
Rabu, 24 Agustus 2011
Dari Umar Bin Khatab: Aku memeluk istriku dan kemudian aku menciumnya, padahal aku sedang berpuasa
Dari Umar Bin Khatab: Aku memeluk istriku dan kemudian aku menciumnya, padahal aku sedang berpuasa. Kemudian aku menghadap Rasulullah seraya aku bertanya, "Sungguh aku sudah melakukan suatu perbuatan yang luar biasa, aku mencium istriku padahal aku berpuasa". Rasulullah bertanya kepada Umar, "Bagaimana pendapatmu kalau engkau berkumur dengan air (sedangkan engkau dalam keadaan puasa)." Umar menjawab, "menurut pendapatku itu tidak mengapa (tidak membatalkan puasa)." kalau begitu, kata nabi," teruskanlah puasamu."
(H.R Al-Darimi)
(H.R Al-Darimi)
Minggu, 21 Agustus 2011
BerETIKA dan BerMORAL Pada Alam
Dengan alam pun kita harus berETIKA. Dalam menggunakan Sumber Daya Alam, kita harus selalu ingat 3 hal. Ingat disekitar kita, ingat masa sekarang, dan ingat masa yang akan datang. Kita jangan menjadi manusia tamak dan perusak dalam mengeruk kekayaan alam. Kita harus memikirkan 3 hal tersebut. Jangan kita menjadi manusia yang tidak beretika dan tidak bermoral dengan merusak dan tidak memberi kesempatan pada generasi berikutnya, karena generasi berikutnya masih anak cucu kita. Jangan sampai anak cucu kita hanya diwariskan sawah yang tergali seperti jurang, dan gundulnya hutan yang ditebang. Bukankah Tuhan tidak menyukai orang-orang berbuat kerusakan di bumi.
(Ditujukan untuk siapa saja. Baik orang biasa, maupun pejabat Desa, bahkan sampai pejabat Negara)
Oleh: Diki Permana
(Ditujukan untuk siapa saja. Baik orang biasa, maupun pejabat Desa, bahkan sampai pejabat Negara)
Oleh: Diki Permana
Selasa, 16 Agustus 2011
17 (Tujuh Belas)
Dulu katanya hari proklamasi jatuh tepat pada bulan Ramadhan. Dan sekarang 17 Agustus 2011 jatuh pada 17 Ramadhan 1432 H. Dimana angka 17 belas ini diyakini komunitas Muslim sebagai tanggal turunnya Al-Qur'an (Nuzulul Qur'an) pertama kali. Selain itu konon dipilihnya tanggal 17 Agustus sebagai tanggal proklamasi sengaja dipilih karena difilosofikan dengan 17 Ramadhan.
Dengan hari kemerdekaan Indonesia yang bertepatan dengan hari diturunkannya Al-Qur'an, semoga bisa menjadi semangat tersendiri dan memupuk jiwa nasionalisme, dan kebhinekaan. Semoga ditahun yang ke 66 ini bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik dan cerdas dengan banyak membaca, seperti yg dititah dalam ayat pertama kali turun yaitu "Iqra" yang artinya "bacalah".
Selamat hari kemerdekaan Indonesia yang ke 66 dan hari turunnya Al-Qur'anul kareem, 17 Ramadhan 1432 H.
Oleh: Diki Permana
Dengan hari kemerdekaan Indonesia yang bertepatan dengan hari diturunkannya Al-Qur'an, semoga bisa menjadi semangat tersendiri dan memupuk jiwa nasionalisme, dan kebhinekaan. Semoga ditahun yang ke 66 ini bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik dan cerdas dengan banyak membaca, seperti yg dititah dalam ayat pertama kali turun yaitu "Iqra" yang artinya "bacalah".
Selamat hari kemerdekaan Indonesia yang ke 66 dan hari turunnya Al-Qur'anul kareem, 17 Ramadhan 1432 H.
Oleh: Diki Permana
Jumat, 08 Juli 2011
Ayat Kasih Sayang Yang Terlupakan
Diawali dengan menyebut nama Tuhan Pengasih, Tuhan Penyayang.
Biasanya kita selalu ingat apa yang menjadi pertama kali. Begitu halnya juga dengan surat Al Fatihah ayat pertama. Walaupun bukan ayat yang pertama kali diturunkan, namun surat Al fatihah ayat 1 ini ada pada urutan pertama surat dalam Al Qur’an.
Yang menjadi permasalahan adalah mengapa seakan surat Al Fatihah ayat 1 dilupakan?. Padahal kita selalu diajarkan untuk mengawali segala sesuatu dengan mengucapkan surat Al Fatihah ayat 1 ini.
“Bismillahirrahmaanirrahim, Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang”. Disitu sangat jelas bahwa Tuhan itu Maha Pengasih dan Tuhan itu Maha Penyayang. Itu menunjukan bahwa Tuhan mengajarkan kasih sayang. Dengan mengucapkan Basmallah (Al Fatihah, ayat 1) pada setiap kita memulai sesuatu, diharapkan agar yang kita perbuat berlandaskan atas kasih dan sayang, bukan atas dasar rasa benci, intoleran dan permusuhan. Harusnya ayat ini menjadi pedoman karena ayat ini selalu mengawali dalam membacakan ayat-ayat yang lainnya. Tapi mengapa surat Al Fatihah ayat 1 ini seakan dilupakan?. Padahal ada pada surat dan ayat pertama dalam Al Qur’an. Dan mengapa sekarang malah kalau saya boleh katakan lebih “populer” adalah ayat-ayat yang “bernuansa” kekerasan dan permusuhan. Diantara ayat-ayat tersebut yaitu:
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (Al Anfaal: 60)
“Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.” (Muhammad: 4)
“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,” (An Nisaa': 89)
Ayat tersebut diatas memang ada, tapi kita disini jangan lupa bicara “konteks” . ayat tersebut turun memang dalam keadaan perang. Mana mungkin dalam keadaan perang turun “ayat sabar”. Kalau boleh saya katakan “ayat-ayat perang” tersebut, tidak dapat digunakan dalam keadaan sekarang yang damai/ bukan keadaan perang. Mungkin ayat ini bisa digunakan dalam konteks Indonesia di masa penjajahan. Karena alasan jihad salah satunya adalah jika kita diusir dari “rumah” kita sendiri. Inilah ayat yang sering digunakan oleh para teroris untuk melegalkan “jihad” versi mereka.
Kembali pada Al Fatihah ayat 1, disitu sangatlah jelas bahwa dalam Islam yang namanya konsep kasih sayang menjadi yang pertama dalam setiap kita mengawali sesuatu.
Oleh: Diki Permana
Sabtu, 02 Juli 2011
Sehat pagi sampai malam ala Rasulullah
Malam minggu memang saya tidak keluar rumah. Hhee.. asyik sama laptop. Tapi justru saya dapat ilmu. Gak sengaja saya baca satu tulisan dari blog orang, isinya ‘sehat pagi sampai malam ala Rasulullah’. Karena menurut saya ini tulisan bermanfaat, jadi saya posting aja di blog nelayan sawah. lagian tidak ada salahnya kita belajar hidup sehat dari seorang Nabi. Malah dapat pahala kalau kita bisa mengamalkannya. Amin... hhe. Silahkan di baca…
Yuk kita baca sehat pagi sampai malam ala Rasulullah
1. Bangun Subuh
Ini tentunya paling terkenal, dengan bangun pagi, pikiran dan perasaan juga biasanya lebih segar dan rileks. (kaya iklan mizone aja, "bikin badan, pikiran semangat lagi". Hha..). Bangun Subuh juga dapat mencegah stroke dan tekanan darah tinggi yang umumnya rentan terjadi pada waktu itu karena penyempitan pembuluh dara. Di luar itu sebenarnya terkait asupan awal yang di terima tubuh, yakni udara segar. Menurut para pakar udara, waktu Subuh sangat baik karena kaya oksigen dan relatif masih bersih tak terkotori unsur lain. Udara yang baik tentu saja berguna untuk metabolisme tubuh dalam beraktivitas seharian penuh.
2. Minum Air Putih dan Madu
Rasulullah biasa membuka sarapan dengan air putih dan sesendok madu. Dua unsur ini sangat luar biasa manfaatnya. Madu Masyur sebagai penyembuh dan air putih kaya akan mineral yang mencukupi kebutuhan tubuh akan cairan dan sebagai pencuci hati. Madu juga terkenal sebagai unsur yang dapat membersihkan usus dan mencegah peradangan.
3. Mengkonsumsi Minyak Zaitun
Saat siang dan menjelang sore, Rasulullah juga biasa mengkonsumsi cuka, minyak zaitun da roti. Kombinasi makanan ini ternyata dapat menguatkan tulang, mencegah kepikunan serta menghancurkan kolesterol jahat dalam tubuh. pada musim dingin, makanan ini sangat baik menjaga kestabilan suhu tubuh.
4. Makan Sayuran di Malam Hari
Konsumsi sayuran di amlam hari juga di lakukan Rosulllah SAW. beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah SAW selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Menurut Prof. Dr. Musthofa, di Mesir keduanya mirip dengan sabbath dan ba'dunis. Nama nama ini tak lain adalah sayuran yang juga banyak kita temui di negara kita. Bentuk olahan sayuran tertentu banyak ragamnya, seperti CapCay, Sayur Lodeh, Sayur Sup de el el.
Rasulullah biasanya tidak langsung tidur setelah makan malam, melainkan beraktivitas terlebih dulu supaya mekanan yang di konsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah di cerna, caranya juga bsia dengan shalat looh, Sabda Rosul :
Cairkan makanan kalian dengan berzikir kepada Allah swt dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan karena dapat membuat hati kalian menjadi keras (HR Abu Nu'aim dari Aisyah r.a)
Rosulullah saw sering menyempatkan diri untuk berolahraga. Terkadang ia berolahraga sambil bermain dengan anak anak dan cucu cucunya. Pernah pula Rasulullah lomba lari dengan istri tercintanya Aisyah r.a. (menurut saya itu romantis yang sehat)
5. Jangan Begadang
Rasulullah SAW juga tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. (Hayo kalian yang suka begadang sampe subuh, kalau gak guna mending jangan begadang, seperti lagunya Bang Haji Roma Irama ‘begadang jangan begadang kalau tiada gunanya’. Hha.. sedikit menambahkan). Biasanya ia tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk hak tubuh. Terbukti apa yang dilakukan Rasulullah sangat baik karena sesuai sesuai dengan irama biologis tubuh.
Ya.. semoga postingan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin…
Ini tentunya paling terkenal, dengan bangun pagi, pikiran dan perasaan juga biasanya lebih segar dan rileks. (kaya iklan mizone aja, "bikin badan, pikiran semangat lagi". Hha..). Bangun Subuh juga dapat mencegah stroke dan tekanan darah tinggi yang umumnya rentan terjadi pada waktu itu karena penyempitan pembuluh dara. Di luar itu sebenarnya terkait asupan awal yang di terima tubuh, yakni udara segar. Menurut para pakar udara, waktu Subuh sangat baik karena kaya oksigen dan relatif masih bersih tak terkotori unsur lain. Udara yang baik tentu saja berguna untuk metabolisme tubuh dalam beraktivitas seharian penuh.
2. Minum Air Putih dan Madu
Rasulullah biasa membuka sarapan dengan air putih dan sesendok madu. Dua unsur ini sangat luar biasa manfaatnya. Madu Masyur sebagai penyembuh dan air putih kaya akan mineral yang mencukupi kebutuhan tubuh akan cairan dan sebagai pencuci hati. Madu juga terkenal sebagai unsur yang dapat membersihkan usus dan mencegah peradangan.
3. Mengkonsumsi Minyak Zaitun
Saat siang dan menjelang sore, Rasulullah juga biasa mengkonsumsi cuka, minyak zaitun da roti. Kombinasi makanan ini ternyata dapat menguatkan tulang, mencegah kepikunan serta menghancurkan kolesterol jahat dalam tubuh. pada musim dingin, makanan ini sangat baik menjaga kestabilan suhu tubuh.
4. Makan Sayuran di Malam Hari
Konsumsi sayuran di amlam hari juga di lakukan Rosulllah SAW. beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah SAW selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Menurut Prof. Dr. Musthofa, di Mesir keduanya mirip dengan sabbath dan ba'dunis. Nama nama ini tak lain adalah sayuran yang juga banyak kita temui di negara kita. Bentuk olahan sayuran tertentu banyak ragamnya, seperti CapCay, Sayur Lodeh, Sayur Sup de el el.
Rasulullah biasanya tidak langsung tidur setelah makan malam, melainkan beraktivitas terlebih dulu supaya mekanan yang di konsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah di cerna, caranya juga bsia dengan shalat looh, Sabda Rosul :
Cairkan makanan kalian dengan berzikir kepada Allah swt dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan karena dapat membuat hati kalian menjadi keras (HR Abu Nu'aim dari Aisyah r.a)
Rosulullah saw sering menyempatkan diri untuk berolahraga. Terkadang ia berolahraga sambil bermain dengan anak anak dan cucu cucunya. Pernah pula Rasulullah lomba lari dengan istri tercintanya Aisyah r.a. (menurut saya itu romantis yang sehat)
5. Jangan Begadang
Rasulullah SAW juga tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. (Hayo kalian yang suka begadang sampe subuh, kalau gak guna mending jangan begadang, seperti lagunya Bang Haji Roma Irama ‘begadang jangan begadang kalau tiada gunanya’. Hha.. sedikit menambahkan). Biasanya ia tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk hak tubuh. Terbukti apa yang dilakukan Rasulullah sangat baik karena sesuai sesuai dengan irama biologis tubuh.
Ya.. semoga postingan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin…
sumber : http://www.stillmuslim05.com/2010/05/sehat-pagi-sampai-malam-ala-rasulullah.html
dan hidayah
Jumat, 01 Juli 2011
Pemikiran Yang Menurut Saya Cerdas Namun Cenderung Dimusuhi
Tuhan nggak perlu dibela (Gus Dur)
Inti pluralisme justru adalah perbedaan, bukan persamaan. Pluralisme menekankan bagaimana kita menyikapi perbedaan secara arif (Ulil Abshar Abdalla)
Semua agama jelas benar dengan caranya sendiri-sendiri (Emile Durkheim)
Umat Islam tak perlu dibela. Islam dan Umat Islam adalah 2 hal yang berbeda (Saidiman Ahmad)
Setiap agama bisa dikritik dan seharusnya memang dikritik terus menerus (Ulil Abshar Abdalla)
Tidak ada satu acuan pun dalam Alquran/ Hadits yang secara pasti mewajibkan untuk mendirikan negara Islam (Gus Dur)
Islam jaganlah dihayati sebagai ideologi alternatif. Ia harus dilihat sebagai hanya salah satu elemen ideologis yang melengkapi bengunan ke Indonesiaan yang telah terbentuk (Gus Dur)
Kita memiliki penduduk muslim terbesar didunia, tetapi kita tidak membentuk negara berdasarkan agama. Namun, agama dan keTuhanan mendapatkan tempat utama (Azyumardi Azra)
Demokrasi itu bukan hanya tak haram, tapi wajib dalam Islam. Menegakan Demokrasi itu salah satu prinsip Islam, yakni Syuro (Gus Dur)
Oleh: Diki Permana Pluralism
Inti pluralisme justru adalah perbedaan, bukan persamaan. Pluralisme menekankan bagaimana kita menyikapi perbedaan secara arif (Ulil Abshar Abdalla)
Semua agama jelas benar dengan caranya sendiri-sendiri (Emile Durkheim)
Umat Islam tak perlu dibela. Islam dan Umat Islam adalah 2 hal yang berbeda (Saidiman Ahmad)
Setiap agama bisa dikritik dan seharusnya memang dikritik terus menerus (Ulil Abshar Abdalla)
Tidak ada satu acuan pun dalam Alquran/ Hadits yang secara pasti mewajibkan untuk mendirikan negara Islam (Gus Dur)
Islam jaganlah dihayati sebagai ideologi alternatif. Ia harus dilihat sebagai hanya salah satu elemen ideologis yang melengkapi bengunan ke Indonesiaan yang telah terbentuk (Gus Dur)
Kita memiliki penduduk muslim terbesar didunia, tetapi kita tidak membentuk negara berdasarkan agama. Namun, agama dan keTuhanan mendapatkan tempat utama (Azyumardi Azra)
Demokrasi itu bukan hanya tak haram, tapi wajib dalam Islam. Menegakan Demokrasi itu salah satu prinsip Islam, yakni Syuro (Gus Dur)
Oleh: Diki Permana Pluralism
Langganan:
Postingan (Atom)
