Blogroll
Halaman Blogger Petani
Sample Text
Silahkan tinggalkan komentar Anda, karena setiap kritik dan saran Anda sangat membantu kami para petani untuk menulis blog ini menjadi lebih baik lagi.
email : akunbareng2@gmail.com
email : akunbareng2@gmail.com
Postingan Acak
Lagi Loading, Di mohon Sabar
Didukung oleh: Nelayan Sawah.
Sabtu, 07 Mei 2011
Siapa Bilang Indonesia Tidak Bisa?... Indonesia Bisa!
Mungkin kita pernah mendengar pepatah "otak Jerman, semangat Jepang, hati Mekkah, dan Kepribadian Indonesia" bagi saya pepatah tersebut tidak berlaku. Pepatah yang benar adalah "otak Indonesia, semangat Indonesia, hati Indonesia dan kepribadian Indonesia". Siapa bilang orang Indonesia tidak bisa sepintar orang Jerman?, Habibie saja sangat dihormati disana karena kecerdasannya. Siapa bilang orang Indonesia tidak semangat seperti orang Jepang?. Lihat peristiwa klaim Malaysia terhadap pulau Ambalat, orang Indonesia dengan semangat siap Perang demi kedaulatan. Siapa bilang orang Indonesia tidak bisa suci hatinya seperti Mekkah?. Lihat saja setiap tahun orang Indonesia berhaji, dan jumlahnya paling banyak di dunia bahkan mungkin dari orang Mekkah itu sendiri. Soal kepribadian, orang Indonesia memang harus mempunyai kepribadian Indonesia sebagai jati diri bangsa.
Jumat, 06 Mei 2011
Planet Oxom dan Pangeran William
Planet Oxom
Di galaxy yang nan jauh disana terdapat planet misterius yang bernama Oxom. Planet oxom berada di galaxy lain. Planet ini mempunyai ukuran 3 X lebih besar dari bumi. Seperti planet bumi, planet oxom mempunyai kehidupan. Tapi bukan para manusia penghuni planet tsb, melainkan penduduk etania lah yang menghuni planet itu. Penduduk etania tidak sama dengan manusia. Ukuran mereka 2 kali lebih besar dari ukuran manusia pada umunya, tapi secara fisik mereka hampir sama dengan manusia. Peradaban di planet oxom jauh lebih maju dari planet bumi. Kalau di bumi manusia untuk pergi jauh menggunakan pesawat, tapi di planet oxom penduduknya menggunakan kendaraan cepat saji. Ya seperti namanya ‘cepat saji’ berarti melakukan perjalanan secara instan atau teleport. Di planet oxom semua teknologi seperti laptop, Ipad, Black Berry, Esia, dll, sudah kuno bagi mereka. Meskipun teknologi mereka jauh lebih maju dari bumi, tapi mereka biasanya menulis surat lebih suka dengan menggunakan bantuan burung bra – bra. Sedikit sama dengan burung merpati fungsinya yakni mengantarkan surat, tapi burung bra – bra sangat berbeda dengan burung merpati. Burung bra – bra sudah menggunakan GPS berbasis jaringan 3,75 G.
Planet oxom dipimpim oleh seorang Jendral yang bernama Macete. Jendral macete menjadi penguasa di planet oxom sejak 5 tahun lalu setelah ia memenangkan Pemilu kada di planet oxom. Jendral macete berhasil mengalahkan puluhan calon kandidat lainnya. Ia memenangkan lebih dari 90% suara penduduk etania. Penduduk etania sangat menyenangi jendral mecete karena sosoknya yang berwibawa, bijaksana dan karisma tinggi yang di milikinya. Jendral macete mempunyai seorang anak laki laki bernama Gate William. Penduduk etania biasa memanggil pangeran Gate William dengan nama pangeran William. Semenjak nama pangeran william dari kerajaan inggris belakangan ini sedang mendunia. karena pernikahannya dengan Kate. Jadi penduduk etania memberi sebutan itu kepada pangeran Gate William. Dia adalah seorang pangeran yang dipilih oleh jendral macete, ayahnya sendiri. Saat ini pangeran William kuliah di perguruan tinggi swasta Harvard Collage University. Ia mengambil jurusan winchun di fakultas CBD (Ceni Bela Diri). Pangeran William di pilih oleh ayahnya sebagai calon pemimpin planet oxom yang baru, karena dalam mimpi ayahnya, suatu saat ia akan menjadi pemimpin planet oxom melawan pasukan dari planet mixzone. Musuh bebuyutan planet oxom sejak ratusan tahun.
Sebagai anak dari seorang jendral Macete, pangeran William tetap rendah hati kepada penduduk etania. Ia sangat amat bergaul dengan penduduk setempat. Penduduk etania sangat menyanyangi pangeran William. Ibu pangeran William telah lama meninggal. Ibunya meninggal sejak pangeran William berusia 5 tahun. Ibunya terbunuh saat ikut pertempuran melawan pasukan zibion dari planet mixzone. Semenjak itu jendral macete mengurus sendiri pangeran William dari kecil. Pengeran William sudah terbiasa menjalani kehidupannya tanpa seorang ibu. Sayang dalam pertempuran saat itu pangeran William masih berusia 5 tahun. Tapi pengeran William tidak menyesalinya. Baginya ini sudah menjadi takdir sang Pencipta.
To be continue… tunggu cerita selanjutnya hanya di nelayansawah.blogspot.com
(di tulis oleh zenius)
Label:
Karya Tulis dan Prosa,
Tulisan Zenius
Puisi bukan cinta
Ku tatap matanya, oh indahnya,," Kotor!!!
Ku peluk dirinya, oh hangatnya" Kotor!!!
Ku pegang tangannya, oh romantisnya" Kotor!!!
Ku cium bibirnya, oh nikmatnya" Kotor!!!
Terus gimana donk biar gak Kotor?
Gini tipsnya :
setiap kamu habis tatap matanya, teteskan obat air mata ke matamu.
setiap kamu habis peluk dirinya, gantilah dengan baju yang baru.
setiap kamu habis pegang tangannya, segeralah cuci tangan pake sabun.
setiap kamu habis menciumnya, berkumurlah dengan obat kumur.
La kok gitu!
Lah, wong yang kamu cium itu bukan orang tapi kambing. Ya kotorlah...
Hha,,,
Ku peluk dirinya, oh hangatnya" Kotor!!!
Ku pegang tangannya, oh romantisnya" Kotor!!!
Ku cium bibirnya, oh nikmatnya" Kotor!!!
Terus gimana donk biar gak Kotor?
Gini tipsnya :
setiap kamu habis tatap matanya, teteskan obat air mata ke matamu.
setiap kamu habis peluk dirinya, gantilah dengan baju yang baru.
setiap kamu habis pegang tangannya, segeralah cuci tangan pake sabun.
setiap kamu habis menciumnya, berkumurlah dengan obat kumur.
La kok gitu!
Lah, wong yang kamu cium itu bukan orang tapi kambing. Ya kotorlah...
Hha,,,
Label:
Karya Tulis dan Prosa,
Tulisan Zenius
Anekdot: "Allahu Akbar" Disalah Artikan jadi "Pecahin Kaca"
Ada seorang barat non muslim yang entah sedang meneliti apa di sebuah pesantren. Dia pun menginap di pesantren tersebut ada hal yang aneh ketika adzan shubuh menggema dia seperti ketakutan bukan main sambil menutup telinga. Lalu ada salah satu Kiai yg melihatnya kemudian bertanya "kenapa kamu ketakutan mendengar adzan?" lalu si bule menjawab "bukan kah Allahu akbar itu artinya pecahin kaca!?" lalu Kiai itu kembali bertanya "kata siapa?" kemudian si bule menjawab "ketika saya berjalan dipinggir jalan ada segerombolan orang berpakaian serba putih membawa pentungan sambil berteriak Allahu akbar lalu pada mecahin kaca. Jadi saya kira Allahu akbar itu artinya pecahin kaca!" Kiai itu pun hanya bisa tersenyum mendengar semuanya.
(Diadaptasi dari majalah Risalah NU)
(Diadaptasi dari majalah Risalah NU)
Anekdot: Doa Bisa Dilakukan Dengan Banyak Cara
Disebuah sidang dipengadilan. Yang sedang mengadili pemimpin ormas keagamaan. Banyak dihadiri oleh para pendukungnya dan 2 orang saksi pelapor. Suasana sidang saat itu ramai dengan teriakan-teriakan nama Tuhan. Salah satu dari mereka berdiri dan mengatakan "yang merasa muslim berdiri & berdoa bersama" tapi 2 orang saksi tadi tetap duduk. Tentu ini membuat orang tadi kesal. Lalu mereka dicaci maki "kalian itu kafir ya kenapa tidak berdiri?". Mendengar itu mereka berdua hanya tersenyum sambil berbisik "orang-orang ini aneh masa brdoa harus berdiri. Setahu saya berdoa bisa dilakukan dengan banyak cara misalnya sambil duduk." "udah biarin aja jangan dibikin repot." he..he..he
Government Hooker
Government Hooker
Aku bukan sampah
Aku bukan si hina
Aku bukan pengemis!!!
Aku bisa jadi apa saja
Setiap orang punya peluang akan itu
Hahaha
Aku tak tertawa akan dirimu, namun aku heran akan sikapmu
Hahaha
Apa kau bodoh? Apa kau tuli? Apa kau kelaparan?
Siapa yang miskin? Siapa yang hina? Siapa yang pengemis?
Tengoklah dirimu
Pantaskah kau duduk pada posisimu?
Wahai pemerintah jalang!!!!
Aku bukan si bodoh!!!
Lihatlah dirimu, si bodoh yang duduk diatas kursi yang agung dan tak becus dalam bertindak
Aku bukan si tuli!!!
Ribuan dari kami telah berkoar-koar mengeluarkan suara namun apa yang kami dapat?
Apa kau kelaparan!!!
Begitu besar upah yang kau terima, namun masih saja kau berperilaku seperti tuyul
Aku amat sedih
Aku akan menangis semalaman ketika melihat bangsa ini
Namun, kan ku teguk kembali tangisanku itu
Langganan:
Postingan (Atom)
