Blogroll

Nelayan Sawah mengucapkan selamat Hari Sumpah Pemuda.

Sample Text

Silahkan tinggalkan komentar Anda, karena setiap kritik dan saran Anda sangat membantu kami para petani untuk menulis blog ini menjadi lebih baik lagi.

email : akunbareng2@gmail.com

Postingan Acak

Lagi Loading, Di mohon Sabar
Didukung oleh: Nelayan Sawah.

Senin, 16 Mei 2011

LUCID DREAM



Lucid Dream - Sadar Mimpi
                                                  
Pernahkan kalian sadar dalam mimpi kalian sendiri?
Kalian sadar kalau kalian sedang bermimpi dan kalian bisa mengendalikan mimpi kalian itu sendiri. Bahkan mimpi tersebut terlihat seperti sangat nyata. Seru bukan?
  
Akhirnya saya bisa posting juga tulisan misteri ini biarpun sudah larut malam. Tapi demi pembaca setia misteri nelayansawah.blogspot.com, maka dengan senang hati saya posting misteri baru. Kali ini misteri yang saya akan bahas adalah fenomena ‘Lucid Dream’. Mungkin istilah ini kedengarannya masih sangat baru di telinga kita kita. Ya, Benar! karena baru baru ini di bulan Juli 2010 ternyata muncul film yang memperkenalkan gambaran bagaimana Lucid Dream itu terjadi..ya! Inception. Saya saja baru tadi malam tau  tentang fenomena  lucid dream ini, setelah teman saya memberi tahu saya tentang fenomena Lucid Dream. 


Dulu waktu masih kecil saya sering mengalami lucid dream. Ya! saya pernah bermimpi  dan dalam mimpi tsb saya sadar kalau saya sekarang sedang bermimpi, makanya jadi males untuk bangun lagi. Eh! ntar gak bangun2 lagi gmn?. Hhe.. habisnya menurut saya seru aja kalau bisa melakukan apa saja dalam mimpi kita. Tapi sekarang terkadang saya masih mengalaminya meskipun gak sesering dulu. Benar kata teman saya, “makin nambah umur, pikiran makin kritis, perbedaan mimpi ama kenyataan makin jauh”. Makanya sekarang jadi jarang banget mengalami lucid dream. Setelah saya searhing di google ternyata yang mengalami Lucid Dream ini hampir semua manusia. jadi ini bukan kelainan atau kemampuan supranatural kita.

Sebenarnya lucid dream hampir sama dengan tulisan saya yang sebelumnya pernah saya bahas, yaitu Precognitive Dream atau mimpi yang menjadi kenyataan. Cuma bedanya disini kalau Lucid Dream itu lebih kepada hal hal yang menyenangkan sedangkan kalau Precognitive Dream, kita sadar tapi keadaannya Gawat! Karena Precognitive Dream itu lebih sering adalah mimpi buruk. Jadi jelas kan perbedaannya?

Jadi, Apa itu Lucid Dream?


Lucid Dream adalah keadaan di mana kita sadar bahwa kita sedang bermimpi ketika kita bermimpi.Lucid Dream biasanya muncul ketika seseorang sedang ditengah-tengah mimpi dan tiba-tiba sadar bahwa ia sedang bermimpi. keadaan tersebut disebut dengan mimpi yang "lucid"(lucid=jelas) dan bisa masuk kedalam beberapa level of lucidity.pada level yang rendah (pengaruh luciditynya lemah) orang tersebut hanya sedikit sadar bahwa ia sedang bermimpi, tapi belum bisa mendapatkan kendali penuh terhadap mimpinya.pada level yang tinggi (pengaruh luciditynya kuat) orang tersebut sadar sepenuhnya bahwa ia sedang bermimpi, dan bisa sepenuhnya mengontrol segala gerak-geriknya di dalam mimpinya bahkan dapat melakukan apa saja yang dia inginkan.

Apakah mungkin kita bisa memprogram atau menentukan sendiri isinya mimpi kita? Bisa! Kita bermimpi tetapi dalam keadaan sadar, sehingga dengan mana, kita dapat menentukan atau memprogram sendiri jalannya mimpi tersebut. Mimpi seperti ini lebih dikenal dengan sebutan “Lucid Dreaming”. Kata lucid itu sendiri diserap dari bahasa Latin Lux = cahaya dan dalam bahasa Jerman = Klartraum. Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai “mimpi cerah”.

Lucid Mimpi ini sebenarnya bukanlah sesuatu hal yang baru, didalam Kitab PL sudah tercantum adanya lucid mimpi Kidung Agung 5:2 “Aku tidur, tetapi hatiku bangun…” Orang Tibet sudah dari sejak dahulu mempraktekan lucid mimpi dalam Yoga Mimpi mereka. Di tahun 1867, Marquis d’Hervey de Saint-Denys telah menerbitkan bukunya yang berjudul “Dreams and how to Guide Them” metoda bagaimana kita bisa melakukan lucid mimpi.

Apa manfaatnya dari Lucid Dream?

Dengan adanya kemungkinan lucid mimpi, kita bisa merubah mimpi buruk kita menjadi mimpi yang indah. Daripada mimpi ketemu hantu atau apalah, lebih baik kita mimpi ketemu dengan Angelina Jolie. Apakah kalian tidak ingin untuk bisa bertemu dengan orang yang Anda kasihi, entah itu istri, suami, pacar, sahabat Anda maupun orang tua Anda. Di dalam mimpi bisa saja kita bertemu dengan orang tua yang berada di tempat jauh, bahkan mungkin juga yang sudah berada di alam baka sekalipun; sebab di dalam mimpi semuanya bisa terjadi. Dalam mimpi tidak ada batasan ruangan, waktu maupun kemampuan. Dalam kenyataan hidup kita tidak bisa terbang, tetapi dalam mimpi kita bisa terbang.

Lucid mimpi juga bisa dimanfaatkan untuk belajar. Apabila kita ingin belajar bersepeda secara nyata, banyak kemungkinan kita akan jatuh, terluka, bahkan terasa sakit sekali saat terjatuh. Tapi jika kalian belajar bersepeda dalam mimpi. Tentu kalian bisa belajar sepuasnya tanpa terluka atau jatuh. Sehingga pada saat kita bangun kita bisa menjadi lebih Pe-De dan lebih yakin lagi akan kemampuan kita.

Begitu juga dengan problem atau masalah yang sedang kita hadapi. Masalah tersebut bisa kita bawa ke dalam mimpi, siapa tahu di dalam mimpi kita bisa menemukan solusinya. Hal ini banyak sekali dilakukan oleh para ilmuwan maupun seniman. Lucid mimpi bisa juga digunakan sebagai terapi. Apabila seorang kecanduan alkohol maka sebaiknya ia tidak minum whiskey atau bir lagi, tetapi di dalam mimpi ia bisa tetap minum. Hal ini dapat meringankan penderitaan mereka.

Begitu juga untuk menghilangkan phobie atau rasa takut. Apabila seorang merasa takut untuk naik pesawat, ia bisa mulai belajar naik pesawat di dalam mimpinya terlebih dahulu, sehingga dengan demikian tahap demi tahap, ia bisa menghilangkan rasa takutnya.


Bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan lucid mimpi ini; agar kita bisa memprogram atau menentukan jalanya mimpi kita?

Tahap Pertama :
Belajar mengingat dan mencatat buku harian dari isinya mimpi. Apabila Anda bangun tidur usahakan untuk tetap berbaring beberapa menit lebih lama dan mengingat hal apa saja yang ada impikan sebelumnya. Setelah itu dicatat di dalam buku harian mimpi Anda.

Tahap kedua :
Sebelumnya tidur usahakan untuk mengingat hal-hal apa saja yang ingin Anda lakukan di dalam mimpi Anda. Umpamanya saya ingin bertemu dengan seseorang yang sudah tiada, maka sebaiknya sebelumnya saya tidur mengingat kembali masa-masa yang indah dengan orang tersebut ataupun mengingat masa kecil saya.

Tahap ketiga :
Menggunakan metoda Wake-Back-To-Bed (WBTB) atau bangun sejenak dan segera langsung tidur kembali. Pasang jam beker agar Anda bisa bangun tiga jam lebih awal. Pada saat Anda bangun langsung usahakan untuk mengingat kembali hal seperti yang tercantum diatas (Tahap Kedua). Setelah itu coba untuk tidur kembali.

rileks.com 

Jadi kesimpulan yang saya ambil adalah tidak semua lucid dream itu menyenangkan. Tapi lucid dream banyak banyak juga membari manfaat bagi manusia. memang menyenangkan jika kita bisa melakukan apa saja yang kita suka dalam mimpi. Dan sekarang kalian sudah tau apa itu Lucid Dream. Siapa sih yang tidak mau bisa mengendalikan mimpi sendiri dalam keadaan sadar?

(sumber : kaskus.us,
en.wikipedia.org/wiki/Lucid_dream)

(di tulis oleh zenius)

Minggu, 15 Mei 2011

Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan

Dalam beragama banyak orang mengatakan sesat, dan saling mengkafirkan bagi yang berbeda dengan mereka, bahkan dalam kalangan agamanya sendiri. Mereka merasa paling benar. Mereka menghakimi yang mereka anggap sesat. Padahal dalam agama tidak ada unsur paksaan apalagi kekerasan. Agama datang dari keyakinan dalam hati dan itu tidak bisa dipaksakan oleh orang lain. Kebebasan beragama adalah hak setiap orang dan dalam lingkup Indonesia jaminannya adalah konstitusi.

"Setiap orang atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai hati nuraninya" (Pasal 28E ayat 2 UUD'45).

"Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu" (Pasal 29 ayat 2 UUD'45)

Jadi biarlah setiap orang memilih apa yang mereka yakini, dan tidak menganggapnya sebuah penghinaan pada satu agama. Orang itu harusnya toleransi bukan fanatisme. Dan kalaupun ada kekeliruan pemahaman tentang agama, itu bisa didiskusikan. Bukan dengan cara yang cenderung anarkis. Karena keyakinan yang dianggap kita benar, belum tentu sebuah kebenaran bagi orang lain.

Oleh: Diki Permana

Sabtu, 14 Mei 2011

Babaturan

Nu arana boga babaturan mah resep. Urang bisa ngobrol, bisa heureuy, bisa nuhun tulung lamun urang aya kasusah. Pokok na loba manfaat na ari loba batur teh. Misal na batur urang anu nulis diblog ieu. Ieu teh babaturan urang kuliah. Nu hiji ngaku anak na patani bayem, nu hiji sok ngagambar kartun, nu hiji tukang tuwar-tawar tapi teu jadi meser, nu hiji jadi donatur lamun bade ningali film, jeung hiji deui nu pangkasep na teu aya deui nyaeta urang sorangan. He..he..he

nu teu ngartos hartina, sok neangan bae sorangan, nya!

Trailer Pirates of The Caribbean 4 : On Stranger Tides


Rabu, 11 Mei 2011

Filosofi Blog "Nelayan Sawah"



Blog ini berangkat dari "rencana iseng", yang dibuat mendadak dan tiba-tiba. Berangkat dari obrolan-obrolan kami yang tiba-tiba, tercetus kata-kata "yuk, kita bikin blog". Lalu itu terjadi dan jadilah nelayansawah.blogspot.com. Mengapa nelayan sawah?. Mungkin itu menjadi pertanyaan. Nama itu hanya sebuah "perwakilan" bahwa kami adalah asli anak Indonesia, yang dikenal dengan negara maritim yang dekat dengan nelayan dan negara agraris yaitu pertanian (sawah). Kami bangga dengan Indonesia sebagai negara Maritim dan Agraris. Walaupun mungkin blog kami tidak atau belum membahas isu tentang nelayan dan pertanian. Karena basic kami adalah komunikasi. Nama "nelayan sawah" menjadi keunikan tersendiri ditengah nama-nama blog yang cenderung berkiblat ke barat (menggunakan nama berbahasa inggris). Maka dari itu kami memilih nama "nelayan sawah" yang rasanya lebih "berbau" Indonesia.


Selasa, 10 Mei 2011

Trailer Movie Transformers 3 : Dark Of The Moon


                                                         
TRAILER TRANSFORMERS 3

Buat kalian semua para pecinta film Transformers, pada tahun ini akan dirilis seri ke3 dari film karya sutradara Michael Bay yang berjudul "Transformers 3 : Dark Of The Moon".


Film Yang disponsori penuh oleh "General Motors" ini Berlokasi shooting di Chicago. AS menceritakan tentang Misi Apollo ke 11 pada tahun 1969. Dimana dalam misi tersebut ditemukan bangkai pesawat aneh yang menjadi awal dari segala cerita dari seri ke 3 ini.

Sayangnya Megan Fox gak muncul di film ke-3 ini. Digantikan oleh model lain yang tak kalah menariknya. Rosie Huntington selama ini dikenal sebagai model pakaian dalam dari merek ternama The Victoria Secret. Rosie disebut-sebut sebagai calon kuat yang akan menggantikan peran Megan di film 'Transformers 3'.

Sesuai jadwal TRANSFORMER 3 akan dirilis pada 1 Juli 2011. Untuk di Indonesia  sendiri belum ada data yang pasti kapan film tersebut beredar. Kita tunggu saja filmnya...

(ditulis oleh zenius)

Senin, 09 Mei 2011

Precognitive Dream

Precognitive Dream

Precognitive Dream – Fenomena mimpi yang menjadi kenyataan

Pernahkah kalian bermimpi pada suatu hari dan mimpi kalian menjadi kenyataan pada hari berikutnya ? Pernahkah kalian memimpikan terjadinya sebuah bencana dan bencana tersebut benar-benar terjadi pada hari-hari berikutnya ? Fenomena inilah yang disebut precognitive dream, mimpi yang berubah menjadi kenyataan.

Fenomena ini memang tidak akan bisa dipahami sepenuhnya dari segi sains. Jadi, jangan berharap tulisan ini dapat menjawab semua pertanyaan yang kalian miliki mengenai fenomena ini.

Precognitive Dream adalah sebuah mimpi yang memberikan kepada seseorang informasi mengenai apa yang akan terjadi di masa depan.

Dengan kata lain, mimpi ini memiliki sifat meramalkan.

Precognitive Dream dan Manusia

Kebanyakan mimpi yang bersifat ramalan ini berkaitan dengan bencana, perang, pembunuhan, kecelakaan, bahkan kuda pacu yang akan keluar sebagai pemenang. Namun, kadang hanya berhubungan dengan hal-hal kecil yang terjadi di kemudian hari.

Oh ya, jika saya berbicara mengenai precognitive dream, saya tidak sedang berbicara mengenai kemampuan khusus yang dimiliki oleh paranormal. Saya berbicara mengenai pengalaman yang dialami oleh sebagian besar manusia di bumi ini, termasuk anda dan saya.

Pada konferensi Association for the Study of Dreams, Robert Waggoner, seorang psikolog dan peneliti mimpi, mengatakan bahwa precognitive dream mengabaikan status, jabatan, budaya dan agama.

Karena itu, siapa saja di dunia ini, selama ia adalah manusia dan masih hidup pasti bisa mengalaminya. Yang berbeda hanyalah intensitas pengalaman tersebut.

Sebuah studi yang dilakukan oleh universitas Baylor menemukan bahwa 52 persen masyarakat percaya dengan precognitive dream. Bahkan sebuah survei pernah menemukan adanya 66 persen responden yang mengalami precognitive dream yang akurat.
 

Dalam sejarah, Abaham Lincoln pernah bermimpi melihat tubuhnya terbaring di sebuah peti mati, dua minggu sebelum pembunuhannya. Lalu seorang insinyur dari Inggris bernama John Dunne pernah memimpikan mengenai letusan sebuah gunung api di Perancis yang kemudian menjadi kenyataan.

Kategori Precognitive Dream

Menurut para peneliti yang sebagian besar adalah psikolog, tidak semua mimpi yang menjadi kenyataan dapat disebut sebagai precognitive. Untuk memenuhi syarat sebagai precognitive, maka mimpi yang menjadi kenyataan itu TIDAK BOLEH memenuhi empat unsur di bawah ini, yaitu :
1. Menjadi nyata karena probabilitas
2. Sang pemimpi sudah mengetahui peristiwa tersebut akan terjadi.
3. Self fulfilling prophecy
4. Pengaruh Telepati
Akan saya jelaskan dibawah ini :

Menjadi nyata karena probabilitas.

Contohnya, kita membaca berita bahwa 3 hari lagi akan diadakan demo besar-besaran. Lalu malamnya, kita bermimpi mengenai demo tersebut dan kita melihat terjadinya aksi lempar-lemparan batu antara pendemo dengan polisi.


3 Hari kemudian, memang ada demo besar-besaran dan terjadi aksi lempar-lemparan batu.

Mimpi kita menjadi kenyataan, namun tidak bisa disebut precognitive karena probabilitas terjadinya
aksi anarki pada demo sangat tinggi.

Sang pemimpi sudah mengetahui mengenai kejadian tersebut.

Syarat ini memiliki contoh sama seperti di atas. Kita telah mengetahui akan terjadi demo sebelumnya. Karena itu, ketika kita memimpikannya, kita tidak bisa menyebutnya sebagai precognitive.

Self fulfilling prophecy

Self Fulfilling prophecy (Ramalan yang dipenuhi sendiri) adalah sebuah prediksi yang secara langsung ataupun tidak langsung menyebabkannya menjadi kenyataan.


Misalnya, ada sebuah ramalan palsu yang diberitakan. Namun ketika ia dideklarasikan sebagai ramalan sejati, maka deklarasi ini mungkin akan mempengaruhi orang-orang untuk membuatnya menjadi kenyataan.

Contoh paling sederhana adalah rumor.

Misalnya, di masyarakat beredar sebuah rumor bahwa bank enigmus (misalnya) mengalami kesulitan likuiditas dan mungkin akan ditutup oleh pemerintah. Padahal kenyataannya bank enigmus sama sekali tidak mengalami kesulitan keuangan apapun. Rumor itu dihembuskan oleh para pesaingnya untuk menjatuhkan reputasi bank tersebut. Lalu para nasabah yang jumlahnya banyak menjadi khawatir dengan rumor tersebut dan segera berbondong-bondong ke bank untuk menarik simpanan mereka.

Tebak, apa yang terjadi selanjutnya ?

Bank enigmus yang baik-baik saja mengalami kolaps karena penarikan dana secara besar-besaran. Bank enigmus pun dilikuidasi (atau di bail out) oleh pemerintah. Dan nasabah pun akan berkata,"Ternyata rumor tersebut benar !"

Inilah self fulfilling prophecy.

Jadi, Jika kalian memimpikan sebuah peristiwa dan turut serta dalam menjadikannya kenyataan, maka jelas itu bukan precognitive.

Pengaruh telepati

Sigmund Freud, bapa psikoanalisa pernah mempelajari hubungan antara mimpi dan pikiran bawah sadar. Ia pernah berkata "Adalah sebuah fakta yang tidak terbantahkan bahwa tidur merupakan kondisi yang sangat baik untuk telepati."


Percaya atau tidak, pernyataan ini terbukti dari banyak eksperimen. Salah satunya adalah eksperimen yang dilakukan oleh psikiater Italia bernama GC Ermacora dimana Ia berhasil memberikan pesan kepada seseorang yang sedang tertidur dan bermimpi.

Jadi, dengan kata lain, mimpi seseorang bisa dipengaruhi oleh telepati. Tentu saja, jika mimpi yang dialami berasal dari pengaruh telepati, maka mimpi tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai precognitive.

Precognitive Dream dan Tekanan Psikologi

"Para pemimpi yang mendapatkan mimpi precognitive sering mengatakan bahwa mereka merasakan perasaan yang berbeda ketika mendapatkan mimpi itu dibanding dengan mimpi biasa." Kata EW Kellog III.Ph.D.


Mereka juga akan menjadi sangat terganggu. Banyak juga yang melaporkan perasaan yang sangat nyata setelah terbangun dan bahkan mereka benar-benar percaya bahwa mimpi itu akan segera terjadi.

Pemimpi yang lain mengatakan bahwa ingatan akan mimpi itu biasanya melekat terus di dalam pikiran mereka selama bertahun-tahun. Karena itulah, banyak pemimpi precognitive yang depresi. Mereka ketakutan karena berpikir bahwa sebuah kecelakaan terjadi karena mereka memimpikannya atau memikirkannya.

Namun ketakutan ini tidak beralasan karena precognitive dream TIDAK menyebabkan sesuatu terjadi. Precognitive dream HANYA menerima informasi mengenai apa yang akan terjadi di kemudian hari.

Siapa yang biasa mengalaminya ?

Hasil uji scan terhadap otak menunjukkan bahwa manisfestasi precognition berasal dari bagian otak yang mengontrol emosi. Pada individu yang memiliki emosi yang lebih terkendali, akurasi precognition juga menjadi lebih tinggi.

Studi terbaru juga menunjukkan bahwa individu yang kreatif menunjukkan akurasi yang lebih tinggi atas uji precognitive.


Lalu, pada artikel berjudul "Time : Exploring the Unexplained", penelitian menunjukkan bahwa mereka yang secara aktif dan teratur mengikuti disiplin mental seperti yoga dan meditasi juga memiliki tingkat akurasi precognitive yang tinggi.

Dari hasil studi ini, kita bisa menyimpulkan bahwa pemimpi precognitive jelas bukan orang gila atau orang aneh, melainkan orang yang memiliki emosi yang terkendali dan kreatif.

Mendengar ini, mungkin kalian akan menjadi sedikit bangga menjadi seorang precog dreamer.

Teori-teori precognitive

Precognitive dream adalah sebuah fenomena yang belum bisa dijelaskan oleh sains secara sempurna. Walaupun begitu, ketertarikan akan subyek ini telah bermula sejak masa Aristoteles. Pada masa yang lebih modern sekarang ini, beberapa teori sains lahir untuk menjelaskan, atau paling tidak, memberikan sedikit gambaran mengenai fenomena ini. Ini diantara teori-teori tersebut yang saya anggap cukup menarik.

Teori Frekuensi

Sebelum terjadi gempa, hewan-hewan akan berlarian keluar. Para ilmuwan percaya bahwa pergeseran lempeng bumi telah menciptakan frekuensi yang dapat ditangkap oleh otak hewan. Bumi, dalam kondisi normal memiliki frekuensi sekitar 7,83 hertz. Seseorang (atau hewan) yang selaras dengan frekuensi tersebut dapat merasakan perubahan itu, karena itu mereka berlarian keluar.

Berdasarkan argumen ini, lahirlah teori frekuensi. Menurut teori ini, selama bermimpi, pikiran bawah sadar kita mulai terbebas dari belenggu pikiran sadar dan mulai dapat mengontrol bagian otak yang mengatur intuisi dan emosi. Dan hasilnya adalah "tune in" dengan frekuensi yang lain yang menyebabkan terjadinya precognitive dream.

Masalahnya dengan teori ini adalah, apakah "waktu masa depan" memiliki frekuensinya sendiri ?

Sains tidak bisa menjawab ini.


Law of Large Numbers

Teori ini diajukan oleh seorang skeptis bernama Robert Todd Carroll, penulis buku "The Skeptic's Dictionary'. Ia mengatakannya sebagai berikut :
"Katakanlah, kemungkinannya adalah satu juta banding satu ketika seorang individu memimpikan sebuah pesawat jatuh dan keesokan harinya sebuah pesawat benar-benar jatuh. Dengan adanya 6 milyar manusia yang memiliki sekitar 250 tema mimpi yang berbeda setiap malam, maka pastilah akan ada sekitar 1,5 juta manusia dalam sehari yang memiliki mimpi yang sepertinya bersifat meramalkan."
Bagi Robert, precognitive dream hanyalah sebuah kebetulan atau sebuah probabilitas yang muncul karena hukum statistik.

Teori ini, sejalan dengan argumen lain yang menyebutkan bahwa keberhasilan precognitive dream sebenarnya terjadi karena bias memori.

Bias Memori

Artinya, Memori kita hanya akan mengingat mimpi yang menjadi kenyataan dan melupakan mimpi yang tidak menjadi kenyataan.

Ketika sebuah peristiwa terjadi, otomatis, sang pemimpi hanya mengingat mimpinya yang akurat dan ia akan berkata,"Aku sudah pernah memimpikannya !" Tapi ketika mimpi itu tidak menjadi kenyataan, ia akan segera melupakan mimpi tersebut.

Teori ini mungkin ada benarnya juga. Dalam salah satu eksperimen, subyek diminta untuk menulis mimpi mereka dalam sebuah buku catatan. Hal ini dilakukan untuk mencegah memori selektif bekerja. Setelah dibandingkan dengan peristiwa nyata, mimpi yang tercatat tersebut sepertinya kehilangan akurasinya.


Kesimpulannya, kita bermimpi banyak. Banyak yang tidak akurat dan sebagian akurat. Semuanya hanyalah kebetulan semata.

Ya, saya tahu, kalian tidak puas dengan teori-teori ini. Tapi memang sains tidak bisa menjelaskan fenomena ini dengan sempurna. Mau apa lagi ?


Sekarang, setelah sedikit mengasah otak dengan beberapa teori yang rumit, kita akan masuk ke dalam pertanyaan terpentingnya, yaitu : why me ?

Mengapa precognitive dream terjadi ?

Ini adalah pertanyaan yang banyak ditanya oleh para pemimpi precognitive.

Sekali lagi, para peneliti tidak memiliki jawaban yang pasti. Mereka hanya mengatakan, Mungkin mimpi itu terjadi sebagai bagian dari mekanisme pertahanan hidup manusia. Dengan suatu cara, mereka diingatkan akan bahaya yang akan datang. Banyak kesaksian yang menyebutkan adanya perubahan jadwal perjalanan tiba-tiba yang menyelamatkan seseorang dari bencana - Ingat film Final Destination.


Lalu, kalian mungkin akan berkata,"Ya, itu mimpi yang berkaitan dengan diri kita sendiri. Bagaimana dengan mimpi yang berkaitan dengan orang lain ? Bagaimana jika saya memimpikan mengenai kecelakaan yang akan dialami oleh sahabat saya ?"

Saya tidak menemukan jawaban pertanyaan ini dari para ilmuwan. Tapi jika kalian bertanya kepada saya, maka saya akan menjawab :

"Tuhan ingin memakai kalian untuk memperingatkan mereka. Jadi, angkat teleponmu dan hubungi dia !"

Precognitive Dream - Last Words

Kita bukan sebuah robot yang terdiri dari mesin-mesin mekanis. Kita adalah manusia yang terdiri dari darah, daging dan roh. Karena itu, manusia disebut juga makhluk spiritual.

Siapa yang bisa mengambil roh manusia dan menelitinya di bawah mikroskop ?

Sebagai makhluk spiritual, adalah hal yang wajar jika kita mengalami beberapa pengalaman spiritual. Jika kita bisa memahami ini dan menerimanya apa adanya, maka mungkin kita bisa menjadi lebih tenang dan bahagia.

Dalam kasus precognitive dream, saya lebih suka menganggapnya sebagai wilayah spiritual dibanding sains.

(sumber : xfile-enigma.blogspot.com, Wikipedia, pschic-abilities.suite101.com)