Blogroll

Nelayan Sawah mengucapkan selamat Hari Sumpah Pemuda.

Sample Text

Silahkan tinggalkan komentar Anda, karena setiap kritik dan saran Anda sangat membantu kami para petani untuk menulis blog ini menjadi lebih baik lagi.

email : akunbareng2@gmail.com

Postingan Acak

Lagi Loading, Di mohon Sabar
Didukung oleh: Nelayan Sawah.

Senin, 23 Mei 2011

Kegagalan Iklan Politik Andi Mallarangeng Dalam Memperebutkan Kursi Ketua Umum Partai Demokrat

  1. 1. Latar Belakang
Dalam sebuah iklan memiliki tujuan bahwa dengan iklan sebuah khalayak akan mengalami perubahan sikap setelah melihat sebuah iklan, baik pada media elektronik maupun media cetak. Perubahan disini memiliki makna bahwa sebuah khalayak yang tadinya tidak tertarik menjadi tertarik dan yang tidak tahu menjadi tahu. Dengan iklan diharapkan sebuah produk (iklan komersil), akan memiliki citra pada “Brand” nya sehingga konsumen terpengaruh untuk menggunakan/ memakainya. Dengan iklan juga  dapat mensosialisasikan sesuatu yang baru kepada masyarakat. Agar masyarakat tersebut mengenalnya dan tidak menjadi asing lagi terhadap apa yang diiklankan. Misalnya, kebijakan pemerintah, atau pun sebuah iklan politik.

Tidak semua iklan yang ditampilkan pada sebuah media massa dapat mempengaruhi sikap khalayak. Banyak faktor yang mempengaruhi ketidakberhasilan penyampaian pesan tersebut. Dan dalam tulisan ini akan diangkat, Megapa iklan politik Andi Mallarangeng dikatakan gagal? Dan apa yang menjadi penyebab kegagalan iklan Andi Mallarangeng?

Kegagalan iklan politik Andi Mallarangeng ini terlihat dari tidak berhasilnya iklan ini mengubah sikap khalayak. Semua itu terbukti dengan gagalnya Andi Mallarangeng merebut Ketua Umum Partai Demokrat. Bahkan Andi Mallarangeng langsung mengalami kekalahan dalam putaran pertama, dan perolehan suaranya dibawah Marzuki Alie dan Anas Urbaningrum yang jelas-jelas iklannya tidak sesering iklan Andi Mallarangeng.

  1. 2. Teori
Dalam teori jarum hipodermik (The hypodermic needle theory) pada komunikasi massa diartikan sebagai media massa yang dapat menimbulkan efek yang kuat, terarah, segera dan langsung. Efek yang segera dan langsung itu sejalan dengan pengertian “perangsang tanggapan” (stimulus response).

Menurut Elihu Kartz teori Ini Beranggapan:
a)    Media massa sangat ampuh dan mampu memasukkan ide pada benak komunikan yang tidak berdaya.
b)    Khalayak yang tersebar diikat oleh media massa, tetapi diantara khalayak tidak saling terhubungkan.

Dalam teori jarum hipodermik khalayak dianggap pasif (tidak berdaya). Artinya khalayak menerima begitu saja pesan-pesan yang diberikan oleh media massa tanpa ada pertimbangan atau pemikiran-pemikiran terlebih dahulu. Ide-ide baru yang diterima dari media massa menimbulkan efek yang langsung, seperti obat yang dimasukkan ke dalam jarum suntik lalu diberikan (disuntikkan) kepada pasien (komunikan) sehingga dalam beberapa saat akibatnya sudah dapat dirasakan.

Implikasi lebih jauh dari teori ini adalah bahwa media massa dapat menimbulkan pengaruh yang seolah “menyihir” khalayak. Pesan yang dipersiapkan dan didistribusikan secara sistematik dan dalam skala yang luas secara serempak menimbulkan apa yang disebut “masyarakat massa”. Penggunaan tekhnologi untuk memproduksi dan mendistribusi pesan dapat memaksimalkan jumlah penerima dan respon khalayak.

Jika dilihat dari teori Jarum Hipodermik idealnya iklan Andi Mallarangeng berhasil karena dia mengiklankan pada media massa, baik cetak maupun elektronik bahkan dalam iklan disebuah televisi terdiri dari beberapa versi. Seperti versi yang ditujukan untuk kalangan muda. Namun dalam kenyataannya iklan tersebut gagal mengubah sikap khalayak.

Kegagalan media massa dalam kasus iklan politik Andi Mallarangeng terpatahkan dengan toeori model Satu Tahap (One Step Flow Of Communication). Model ini merupakan pengembangan dari model komunikasi jarum hipodermik. Pesan disampaikan melalui media massa secara  langsung yang ditujukan kepada komunikan tanpa melalui perantara. Dalam model ini, pesan yang disampaikan tersebut tidak mencapai semua komunikan dan tidak menimbulkan efek yang sama pada setiap komunikan.
Teori Model komunikasi satu tahap ini mengakui bahwa :
a)    Media tidak mempunyai kekuatan yang hebat.
b)    Aspek pilihan dari penampilan, penerimaan, pemahaman dalam ingatan yang selektif mempengaruhi suatu pesan.
c)    Untuk setiap komunikan terjadi efek yang berbeda.

Jika menggunakan pendekatan teori model Satu Tahap (One Step Flow Of Communication). Kegagalan tersebut bisa terjadi, karena media dianggap tidak mempunyai pengaruh yang besar dalam mengubah sikap khalayak melalui iklan. Teori ini juga menjelaskan bahwa setiap penerima pesan akan terjadi efek yang berbeda antara satu penerima pesan dengan penerima pesan yang lainnya. Karena setiap khalayak berbeda-beda dalam menerima efek pesan, dan khalayak selektif dalam mencerna sebuah pesan.
  1. 3. Kasus
Kegagalan sebuah Iklan banyak terjadi, dan salah satu contohnya dalam iklan politik Andi Mallarangeng dalam memperebutkan simpati masyarakat untuk mendukungnya sebagai ketua umum Partai Demokrat. Padahal iklannya sangat baik dalam segi visualisasi dan cukup sering ditayangkan dibeberapa stasiun televisi swasta dan dengan versi yang beragam. Kegagalan ini cukup membuat terkejut banyak orang. Karena jika dilihat dari segi penyampaian pesan, iklan Andi Mallarangeng lebih menarik dari iklan-iklan calon yang lain. Dan rentang antara iklan sampai hari pemilihan sangat lama. Tidak seperti calon-calon yang lainnya yang memasang iklan hanya beberapa hari menjelang pemilihan dan durasi iklannya pun lebih lama dari calon-calon  yang lain. Seharusnya dengan iklan yang durasinya lebih lama ini masyarakat lebih “tercekoki” dengan pesan-pesan yang disampaikan. Namun dengan seringnya iklan ditayangkan dan dengan durasi yang sangat lama itu bisa menjadi “boomerang” bagi pemasang iklan itu sendiri, karena masyarakat menjadi cepat jenuh.
  1. 4. Pembahasan
Pada Iklan Politik Andi Mallarangeng. Andi Mallarangeng sudah mengkampanyekan dirinya melalui iklan dengan “jor-joran” di media massa. Dengan berasumsi bahwa media merupakan citra baru bagi individu atau lembaga, dan Andi Mallarangeng mencoba membentuk opini publik, agar citranya baik dimata masyarakat. Kegagalan Andi Mallarangeng disebabkan bukan karena iklannya tidak menarik atau kurang bagus. Kegagalan tersebut lebih kepada pesan yang disampaikan. Karena tujuan dari iklan politik ini adalah sebuah pencitraan bagi Andi Mallarangeng dalam upayanya mengubah opini masyarakat terhadap dirinya. Tentunya iklan ini seharusnya dapat “membujuk” khalayak untuk mendukungnya. Tapi perlu diingat bahwa pemilihan ketua umum Partai Demokrat adalah pemilihan intern partai. Bukan untuk pemilihan yang sifatnya nasional seperti Pilpres yang memang pemilihnya seluruh masyarakat Indonesia. Jadi iklan Andi Mallarangeng yang begitu gencarnya ditampilkan dibeberapa media massa baik cetak maupun elektronik kurang mempengaruhi suara pemilih dari “elite Demokrat”, yang diwakili oleh DPC dan DPD diseluruh Indonesia.

Dalam kasus ini yang menjadi pemilih adalah hanya kalangan Partai Demokrat. Tentunya mereka lebih mengerti tentang sebuah komunikasi yang disampaikan pada iklan Andi Mallarangeng. Tidak seperti Masyarakat awam yang hanya “menelan mentah-mentah” pesan pada sebuah iklan. Para pemilih adalah masyarakat intelektual sehingga mereka tidak mudah untuk dipengaruhi hanya dengan iklan yang ditampilkan dibeberapa media massa. Tapi mereka lebih selektif dalam menentukan apakah iklan ini sama dengan kenyataan.

Iklan Andi Mallarangeng sangat “kontradiksi” dengan siapa yang akan memilihnya, dikarenakan seakan-seakan yang memilihnya adalah seluruh masyarakat Indonesia. Padahal yang akan memilihnya adalah hanya ada pada golongan Partai Demokrat saja. Seharusnya Andi Mallarangeng lebih mengutamakan pendekatan secara pribadi pada setiap DPC dan DPD partai Demokrat. Namun ini bukan berarti bahwa Andi tidak perlu mengiklankan dirinya pada media massa, tapi iklannya tidak perlu segencar itu. Sehingga iklan ini tidak terkesan “mubazir”. Iklan pada media massa tetaplah dibutuhkan untuk pencitraan dirinya pribadi untuk karir politiknya kedepan dan pencitraan partai Demokrat yang selama ini menaunginya.
  1. 5. Solusi dan Kesimpulan
Dalam sebuah sosialisasi melaui iklan tidaklah cukup hanya dengan iklan yang memiliki visualisasi yang baik, ditayangkan berulang-ulang, dan memakai figure yang terkenal. Karena masih banyak faktor lain yang membuat pesan dalam sebuah iklan itu bisa tersampaikan kepada khalayak. Sebuah iklan dikatakan berhasil jika iklan tersebut dapat mengubah sikap mayarakat yang tadinya tidak tertarik menjadi tertarik, dan yang tidak tahu menjadi tahu. Keberhasilan sebuah iklan itu juga dipengaruhi oleh, kepada siapa iklan itu akan disampaikan. Apakah ditujukan untuk seluruh masyarakat? Atau untuk masyarakat tertentu saja. Dalam kasus iklan politik Andi Mallarangeng ini sebenarnya yang menjadi target dari iklan adalah hanya untuk kalangan tertentu saja, yaitu kalangan intern Partai Demokrat.

Kegagalan Iklan politik Andi Mallarangeng ini disebabkan karena. “ketidakbenaran” pemilihan tempat beriklan yaitu melalui media massa baik cetak maupun elektronik yang terlalu sering sehingga Andi Mallarangeng dianggap “membuang-buang” uang, boros dan terkesan terlalu mewah hanya untuk mengiklankan pencalonan dirinya sebagai ketua umum Partai Demokrat. Iklan Andi Mallarangeng dikatakan terlalu mewah karena iklannya seakan-akan mengiklankan sebagai calon presiden. Seharusnya Andi Mallarangeng lebih memberikan porsi yang lebih banyak untuk pencitraan dirinya melalui sosialisasi dengan cara pendekatan pribadi seperti yang dilakukan Anas Urbaningrum dan Marzuki Alie. Namun sepertinya Andi Mallarangeng lebih memilih media massa sebagai alat untuk mengkampanyekan dirinnya.

Jadi solusinya adalah bahwa pengiklanan politik Andi Mallarangeng harusnya lebih menekankan pada sosialisasi pribadi antara Andi Mallarangeng dengan para DPC dan DPD partai Demokrat, karena dengan sosialisasi secara pribadi lebih menimbulkan efek yang positif bagi pencitraan Andi Mallarangeng. Karena yang akan memilih adalah para DPC dan DPD. Bukan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Pengiklanan melalui media massa masih diperlukan demi pencitraan karir poitiknya kedepan dan sebagai pencitraan partai Demokrat. Yang perlu diperhatikan dalam kasus Iklan Andi Mallarangeng bahwa “perang darat” (iklan secara sosialisasi pribadi antara Andi dan DPC juga DPD) harus lebih gencar daripada “perang udara” (iklan melalui media massa).

(Pernah Dikumpulkan Sebagai Tugas Matakuliah Pengantar Periklanan)

Analisis Iklan "Sprite" Versi Bebaskan Ahmad Dhani

Iklan minuman bersoda yang terkenal ini yaitu “Sprite” mengiklankan produknya dengan cara versi musik, yang dibawakan dan dibintangi oleh Ahmad Dhani. Bintang yang dipilih pun, bintang yang sekarang sedang banyak diperbincangkan. Itu sebuah strategi yang bisa dikatakan jitu karena menggunakan ikon artis yang sedang “naik daun” dan banyak dikenal oleh masyarakat (konsumen). Dengan dipilihnya ikon artis terkenal masyarakat (konsumen), dapat lebih cepat mengenal produk yang diiklankan. Dan masyarakat disini tentunya menjadi target pemasaran produk “Sprite” ini.

Dari segi alur cerita iklan ini divisualisasikan (digambarkan) dengan latar suasana siang hari yang penat dan panas, di tengah jalan yang macet. Di mana emosi orang-orang semakin meningkat dan menimbulkan kekacauan yang membuat orang-orang tersebut bertengkar. Di tengah peristiwa yang kacau tersebut sang bintang iklan bernyanyi dan mengajak orang-orang tersebut untuk ikut bernyanyi sambil meminum “Sprite”. Setelah mereka minum suasana berubah menjadi “refresh” dan emosi menjadi turun. Dari alur cerita ini menimbulkan kesan kesegaran pada psikologis orang-orang.

Untuk lirik lagu dalam iklan “Sprite” ini juga mempunyai makna kesegaran yang identik dengan minuman bersoda, seperti penggalan lirik “Buanglah gerahmu, singkirkan penatmu, sirami panasmu, pupuskan pusingmu. Bebaskan-bebaskan gerahmu rasakan sensasinya. Bebaskan-bebaskan gerahmu rasakan sensasi plong”. Selain lirik lagu yang mempunyai makna kesegaran juga terselip makna yang mengandung unsur edukasi dalam menjalani hidup, seperti penggalan lirik “Siapa bilang hidup ini mudah seperti yang dibayangkan. Hidup tak pernah selalu seperti yang di mau yang diharap-harapkan. Apa itu hidup bila tidak ada masalah-masalah yang selalu ada”. Lirik lagu dalam iklan ini bukan hanya sebagai “pemanis” tetapi mempunyai relevansi dengan sebuah produk minuman bersoda. Dan iklan ini bisa dikatakan bagus karena bukan hanya sekedar menjual produk, yang sifatnya komersil tapi ada unsur edukasi dalam penggalan lirik lagunya. Musik yang digunakan juga musik yang khas ditelinga konsumen Indonesia yaitu musik yang “berbau” irama dangdut

Itulah analisis saya mengenai pesan yang ingin disampaikan dari iklan ˝Sprite˝ ini. Sehingga menimbulkan efek berupa perubahan tingkah laku, setelah melihat iklan ini. Perubahan yang dimaksud yaitu berupa ketertarikan konsumen pada produk yang diiklankan dan pada akhirnya memutuskan untuk meggunakan produk ini.
(Pernah Dikumpulkan Sebagai Tugas Matakuliah Pengantar Periklanan)

Setahu Saya Tentang Islam Liberal

Orang sering mengatakan bahwa Islam Liberal adalah sesat, melenceng, keluar dari islam atau apalah sebutan-sebutan yang lainnya. Dalam persepsi saya perbedaan antara Islam Liberal dengan Islam yang lainnya hanya ada pada penafsiran tentang doktrin-doktrin agama. Islam Liberal biasanya menafsirkan sesuatu disesuaikan dengan konteks masyarakat, lingkungan, adat dan lain-lain, dan apakah sebuah tafsir  masih relevan dengan keadaan masa kini. Karena sebuah tafsir yang sudah lama mungkin sudah tidak sesuai lagi.

Islam sendiri datang kurang lebih 14 abad yang lalu. Tentunya aturan-aturannya mungkin ada yang tidak relevan lagi (butuh penafsiran ulang). Banyak orang yang mengatakan bahwa manusia akan damai ataupun berjalan lancar jika hanya dengan menggunakan aturan teks-teks suci agama yang berasal dari Tuhan, tanpa perlunya aturan-aturan buatan manusia. Hanya sebagai contoh ketika Pesawat Garuda Indonesia Airways (GIA) dilarang untuk terbang ke Eropa itu adalah merupakan kesepakatan dan aturan oleh badan penerbangan internasional yang pastinya buatan manusia. Dan saya yakin aturan itu tidak ditemukan dalam kitab suci agama manapun. Jadi intinya tidak semua permasalahan di dunia ini ada dalil-dalil yang eksplisit (jelas) yang tercantum dalam teks-teks suci. Maka dari itu perlu adanya aturan-aturan yang dibuat manusia yang dikenal sebagai hukum positif.

Jadi saya menganggap bahwa perbedaan Islam liberal dengan Islam yang lainnya hanya ada pada penafsiran. Karena bagi saya penafisiran itu tidak bersifat tunggal.

Memaknai Cinta

Cinta, cinta, cinta, dan cinta ini semuanya hanya untuk diri-Nya. Dialah yang menciptakan cinta maka akan aku kembalikan pada-Nya.

Aku ini jatuh cinta pada-Mu, aku ini mabuk kepayang pada-Mu, aku ini tergila-gila pada-Mu. Kecintaanku pada-Mu, melebihi segala-galanya di semesta ini.

Aku tidak akan pernah kalah untuk mencintai-Mu. Sampai jiwaku mati dan musnah, sampai Engkau berhenti meniupkan nafas untukku. Aku akan tetap mengejar-Mu sampai ruh ku pergi untuk menemui-Mu.
Ini adalah sebuah jawaban dari-Nya. Ketika memunajatkan hatiku melalui lisanku. Ketika meminta pendekatan dan penjauhan yang menurutnya-Nya baik dan buruk. Prasangka baik ku pada-Nya adalah sebuah keharusan.
Jika cinta kepada manusia, sering memabukan, bahkan rela mati hingga disebut cinta mati. Tapi cinta kepada-Nya akan lebih memabukan dan gila.

Jiwa yang tenang. Ruh yang ditiupkan-Nya, merasuk kedarahku. Hembusan-hembusan nafasku yang ditiupkan-Nya, memberi kenikmatan duniawi walau hanya sementara. Dan akulah jiwa yang ditiupkan oleh-Nya. Semua yang ada di dunia ini adalah penampakan-Nya. Semua-Nya hina kecuali Dia.

Jumat, 20 Mei 2011

Character Assassination

"Dalam politik tak ada kawan yang abadi yang ada adalah kepentingan abadi" itulah yang sering terdengar saat ini. Itu sudah menjadi rahasia umum dimana seorang yang kepentingannya tidak di tanggapi mereka berpindah dari partai yang satu ke partai yang lainnya. Jika sudah begitu mereka menjadi saling hujat bahkan saling melakukan "character assassination". Mereka lupa mereka pernah menjadi kawan, yang diingat hanya kepentingan dan kekuasaan. Yang menjadi pertanyaan apakah kepentingan mereka untuk kepentingan rakyat atau kepentingan mereka hanya untuk dirinya sendiri dan golongannya?

Islam Indonesia

Saya berpendapat islam indonesia harus berbeda dengan islam arab, eropa, amerika maupun islam lainnya. Karena dalam hal ini kita memiliki kultur yg berbeda. Karena tentunya agama tidak bisa dipisahkan dari kultur suatu negara. Dalam hal ini kultur yang ada di Indonesia lebih dulu lahir dari kedatangan Islam ke Indonesia. Maka saya kurang begitu suka memakai jubah, sorban, yg dianggap simbol Islam tapi menurut saya itu adalah simbol kultur arab. Dan saya lebih suka memakai sarung dan peci hitam yg rasanya lebih mencerminkan kultur Indonesia. Apakah karena islam turun di tanah arab kita harus mengikuti islam yang bercampur dengan kultur arab?. Dan saya tentunya lebih memilih islam yg berakulturasi dengan budaya Indonesia bukan islam yg berakulturasi dengan budaya bangsa lain seperti arab maupun bangsa lainnya. Saya tidak bermaksud mendeskreditkan islam yg lain, saya hanya berpendapat bahwa dalam setiap kultur suatu bangsa memiliki keislamannya sendiri.

Kamis, 19 Mei 2011

Ilmuwan Klaim Surga Hanyalah Dongeng





Ada yang menarik saat saya iseng browsing mencari berita di google. Saya membuka web Yahoo.com. Pada halaman depan berita, saya tertarik membaca satu judul berita yang saya rasa cukup kontroversi isi berita tersebut. Ini lead beritanya :

“Ilmuwan nyentrik Stephen Hawking yang terkenal karena pernyataan pro dan kontranya mengklaim surga hanyalah dongeng dan tak pernah ada. ”.

karena menurut saya ini cukup bagus di baca, langsung saja saya posting ke nelayansawah.blogspot.com dalam kategori Just Opini.

Langsung saja saya klik judul beritanya. Dan inilah isi beritanya, silakan anda BACA!

INILAH.COM, London - Ilmuwan nyentrik Stephen Hawking yang terkenal karena pernyataan pro dan kontranya mengklaim surga hanyalah dongeng dan tak pernah ada. Seperti apa?

Hawking menyebutkan, pada dasarnya surga dan kehidupan setelah kematian merupakan karangan bohong dari orang-orang yang sebenarnya takut mati. Merujuk ilmu pasti yang dimilikinya, Hawking menyatakan, otak berhenti bekerja ketika mati.

“Otak seperti komputer, komputer berhenti jika komponennya rusak,” ujarnya.

"Tak ada surga atau kehidupan setelah kematian bagi komputer-komputer rusak itu, lanjutnya. Surga hanyalah cerita bohong orang yang takut kegelapan," lanjutnya lagi.

Hawking menyakan, hal ini makin memperkuat teorinya mengenai semesta dibuat tanpa campur tangan Tuhan. Menurutnya seperti dikutip Guardian, alam semesta sudah ada sejak dulu dan berjalan dengan sendirinya.

Sebelumnya, Hawking sangat yakin, di masa depan, manusia bisa dengan mudah pergi dari masa lalu ke masa depan atau sebaliknya menggunakan mesin waktu yang akan segera tercipta.


Sudah anda baca kan beritanya?

Dan ini adalah salah satu komentar pembaca yang saya ambil karena komentarnya yang menurut saya sangat bagus dan jenius.

Komentar pembaca : (nama sengaja tidak di sebutkan)

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa - mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?". Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.

"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut. Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos. Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata,

"Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?""Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"


"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor di iringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"


Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."


Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya.

Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara - perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan." Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,

"Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih sayang Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya." 


Profesor itu terdiam. Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

Saya tidak akan berkomentar banyak pada berita ini. Silahkan anda berpendapat sendiri dari berita tersebut. Mengerti kan maksud saya? Karena pernyataan dari professor Stephen Hawking seperti itu hanyalah bagi orang orang yang tidak mempercayai adanya Tuhan Maha Pencipta. Apa yang keluar dari pertanyaan2 yang di berikan oleh Albert Eistein itu sangat jenius menurut saya.

Tapi dari semua itu adalah kembali lagi pada keyakinan kita masing masing.




(sumber : id.berita.yahoo.com)
ditulis oleh zenius