Blogroll

Nelayan Sawah mengucapkan selamat Hari Sumpah Pemuda.

Sample Text

Silahkan tinggalkan komentar Anda, karena setiap kritik dan saran Anda sangat membantu kami para petani untuk menulis blog ini menjadi lebih baik lagi.

email : akunbareng2@gmail.com

Postingan Acak

Lagi Loading, Di mohon Sabar
Didukung oleh: Nelayan Sawah.

Sabtu, 28 Mei 2011

Kopassus



Kopassus atau Komando Pasukan Khusus

Ada yang tau gak klo FBI, SWAT dan Pak Police yang  sering kita tonton di film - film holywood itu tampak hebat ya mereka dalam menumpas kejahatan dan para teroris. Senjata, kendaraan tempur, alat alat perang lainnya yang begitu canggih membuat sebagian kita penggemar film perang berdecak kagum seolah olah yang di film itu benar benar real.

Nah.. kali ini saya akan membahas sedikit tentang pasukan - pasukan khusus terbaik di dunia. Salah satunya Negara kita sendiri Indonesia.


Taukah kalian klo Negara Indonesia yang kita cintai ini memiliki pasukan khusus yang sangat membanggakan di dunia Internasional. Yang pastinya bukan karena peralatan canggih atau senjata canggih yang negara kita miliki, melainkan pasukan khusus yang dimiliki oleh Negara kita dan pastinya membanggakan di mata dunia internasional. 

Memang klo dilihat dari peralatan militer kita belum sehebat Negara maju lainnya. Tapi kita harus bangga dengan para tentara tentara kita. 

Discovery Channel Military edisi Tahun 2008 pernah membahas tentang pasukan khusus terbaik di dunia. Seluruh pasukan khusus didunia dinilai kinerjanya dengan parameter menurut pendapat dari berbagai pengamat bidang militer dan ahli sejarah. Posisi pertama di tempati oleh :

• SAS (Inggris)
• MOSSAD (ISRAEL)
• KOPASSUS (Indonesia), HORE!!! (norak saya,,)


Lalu dimana Amerika???

Narator dari Discovery Channel Military menjelaskan mengapa pasukan khusus dari Amerika tidak masuk peringkat terhormat. Itu karena mereka terlalu bergantung pada peralatan yang mengusung teknologi super canggih, akurat dan serba digital.

Pasukan khusus yang hebat adalah pasukan yang mampu mencapai kualitas sempurna dalam hal kemampuan individu. Termasuk didalamnya kemampuan bela diri, bertahan hidup, kamuflase, strategi, daya tahan, gerilya, membuat perangkap, dan lain2nya.

Kopassus didirikan pada tanggal 16 april 1952. Kemampuan yang tidak terlalu mengandalkan teknologi canggih dan skill di atas rata - rata pasukan Elit luar negeri lainnya menjadi nilai plus dari KOPASSUS. Itu pula yang menimbulkan anggapan 1 prajurit KOPASSUS setara dengan 5 prajurit reguler !


Mungkin karena itu pula kenapa sekitar Tahun 90-an Amerika Serikat keberatan dan Australia ketakutan ketika Indonesia akan memperbesar jumlah anggota Kopassus. Mungkin saja”.

 
Langsung aja deh kita lihat prestasi apa aja yang sudah diperoleh oleh Kopassus :

- Kopassus juga juara satu sniper dalam pertemuan Pasukan Elite Asia Pasific Desember 2006. Dengan hanya mengandalkan senjata buatan Pindad! Nomor 2-nya SAS Australia.

- Kopassus menempati urutan 2 (dari 35) dalam hal keberhasilan dan kesuksesan operasi militer (intelijen - pergerakan - penyusupan - penindakan) pada pertemuan Elite Forces in Tactical, Deployment and Assault di Wina Austria. Nomor satunya Delta Force USA.

- Negara-negara Afrika Utara hingga barat sekarang memiliki acuan teknik pembentukan dan pelatihan pasukan elite mereka. 80% pelatih mereka dari perwira-perwira Kopassus.

- Pasukan Paspampres Kamboja adalah pasukan Elit yang di latih oleh Kopassus.

Indonesia memiliki berbagai satuan satuan elite lainnya seperti Paskhas dari TNI AU, Denjaka dan pasukan Katak dari Angkatan laut dan Kopassus dari angkatan darat.
Langsung aja deh kita lihat prestasi prestasi yang sudah di dapat oleh Kopassus :

1. Kopassus juga juara satu sniper dalam pertemuan Pasukan Elite Asia Pasific Desember 2006. Dengan hanya mengandalkan senjata buatan Pindad! Nomor 2-nya SAS Australia.

2. Kopassus menempati urutan 2 (dari 35) dalam hal keberhasilan dan kesuksesan operasi militer (intelijen - pergerakan - penyusupan - penindakan) pada pertemuan Elite Forces in Tactical, Deployment and Assault di Wina Austria. Nomor satunya Delta Force USA.

3. Negara-negara Afrika Utara hingga barat sekarang memiliki acuan teknik pembentukan dan pelatihan pasukan elite mereka. 80% pelatih mereka dari perwira-perwira Kopassus.

4. Pasukan Paspampres Kamboja adalah pasukan Elit yang di latih oleh Kopassus.

5. Pada perang Vietnam , para tentara Vietkong meniru strategy KOPASSUS dalam berperang melawan Amerika Serikat yang mengakibatkan kekalahan Pasukan Amerika yang mempunyai persenjatan canggih dan lengkap. Kekalahan ini membuat Amerika serikat malu di mata dunia.

Beladiri : Merpati Putih
Alumni  : 3 terbaik dari KOPASSUS telah dijadikan pasukan perdamaian dunia.
Moto   : Berani, Benar, Berhasil!


(Sumber : wikipedia, http://wilayahindonesia.wordpress.com)

Di tulis oleh Zenius

Senin, 23 Mei 2011

Kegagalan Iklan Politik Andi Mallarangeng Dalam Memperebutkan Kursi Ketua Umum Partai Demokrat

  1. 1. Latar Belakang
Dalam sebuah iklan memiliki tujuan bahwa dengan iklan sebuah khalayak akan mengalami perubahan sikap setelah melihat sebuah iklan, baik pada media elektronik maupun media cetak. Perubahan disini memiliki makna bahwa sebuah khalayak yang tadinya tidak tertarik menjadi tertarik dan yang tidak tahu menjadi tahu. Dengan iklan diharapkan sebuah produk (iklan komersil), akan memiliki citra pada “Brand” nya sehingga konsumen terpengaruh untuk menggunakan/ memakainya. Dengan iklan juga  dapat mensosialisasikan sesuatu yang baru kepada masyarakat. Agar masyarakat tersebut mengenalnya dan tidak menjadi asing lagi terhadap apa yang diiklankan. Misalnya, kebijakan pemerintah, atau pun sebuah iklan politik.

Tidak semua iklan yang ditampilkan pada sebuah media massa dapat mempengaruhi sikap khalayak. Banyak faktor yang mempengaruhi ketidakberhasilan penyampaian pesan tersebut. Dan dalam tulisan ini akan diangkat, Megapa iklan politik Andi Mallarangeng dikatakan gagal? Dan apa yang menjadi penyebab kegagalan iklan Andi Mallarangeng?

Kegagalan iklan politik Andi Mallarangeng ini terlihat dari tidak berhasilnya iklan ini mengubah sikap khalayak. Semua itu terbukti dengan gagalnya Andi Mallarangeng merebut Ketua Umum Partai Demokrat. Bahkan Andi Mallarangeng langsung mengalami kekalahan dalam putaran pertama, dan perolehan suaranya dibawah Marzuki Alie dan Anas Urbaningrum yang jelas-jelas iklannya tidak sesering iklan Andi Mallarangeng.

  1. 2. Teori
Dalam teori jarum hipodermik (The hypodermic needle theory) pada komunikasi massa diartikan sebagai media massa yang dapat menimbulkan efek yang kuat, terarah, segera dan langsung. Efek yang segera dan langsung itu sejalan dengan pengertian “perangsang tanggapan” (stimulus response).

Menurut Elihu Kartz teori Ini Beranggapan:
a)    Media massa sangat ampuh dan mampu memasukkan ide pada benak komunikan yang tidak berdaya.
b)    Khalayak yang tersebar diikat oleh media massa, tetapi diantara khalayak tidak saling terhubungkan.

Dalam teori jarum hipodermik khalayak dianggap pasif (tidak berdaya). Artinya khalayak menerima begitu saja pesan-pesan yang diberikan oleh media massa tanpa ada pertimbangan atau pemikiran-pemikiran terlebih dahulu. Ide-ide baru yang diterima dari media massa menimbulkan efek yang langsung, seperti obat yang dimasukkan ke dalam jarum suntik lalu diberikan (disuntikkan) kepada pasien (komunikan) sehingga dalam beberapa saat akibatnya sudah dapat dirasakan.

Implikasi lebih jauh dari teori ini adalah bahwa media massa dapat menimbulkan pengaruh yang seolah “menyihir” khalayak. Pesan yang dipersiapkan dan didistribusikan secara sistematik dan dalam skala yang luas secara serempak menimbulkan apa yang disebut “masyarakat massa”. Penggunaan tekhnologi untuk memproduksi dan mendistribusi pesan dapat memaksimalkan jumlah penerima dan respon khalayak.

Jika dilihat dari teori Jarum Hipodermik idealnya iklan Andi Mallarangeng berhasil karena dia mengiklankan pada media massa, baik cetak maupun elektronik bahkan dalam iklan disebuah televisi terdiri dari beberapa versi. Seperti versi yang ditujukan untuk kalangan muda. Namun dalam kenyataannya iklan tersebut gagal mengubah sikap khalayak.

Kegagalan media massa dalam kasus iklan politik Andi Mallarangeng terpatahkan dengan toeori model Satu Tahap (One Step Flow Of Communication). Model ini merupakan pengembangan dari model komunikasi jarum hipodermik. Pesan disampaikan melalui media massa secara  langsung yang ditujukan kepada komunikan tanpa melalui perantara. Dalam model ini, pesan yang disampaikan tersebut tidak mencapai semua komunikan dan tidak menimbulkan efek yang sama pada setiap komunikan.
Teori Model komunikasi satu tahap ini mengakui bahwa :
a)    Media tidak mempunyai kekuatan yang hebat.
b)    Aspek pilihan dari penampilan, penerimaan, pemahaman dalam ingatan yang selektif mempengaruhi suatu pesan.
c)    Untuk setiap komunikan terjadi efek yang berbeda.

Jika menggunakan pendekatan teori model Satu Tahap (One Step Flow Of Communication). Kegagalan tersebut bisa terjadi, karena media dianggap tidak mempunyai pengaruh yang besar dalam mengubah sikap khalayak melalui iklan. Teori ini juga menjelaskan bahwa setiap penerima pesan akan terjadi efek yang berbeda antara satu penerima pesan dengan penerima pesan yang lainnya. Karena setiap khalayak berbeda-beda dalam menerima efek pesan, dan khalayak selektif dalam mencerna sebuah pesan.
  1. 3. Kasus
Kegagalan sebuah Iklan banyak terjadi, dan salah satu contohnya dalam iklan politik Andi Mallarangeng dalam memperebutkan simpati masyarakat untuk mendukungnya sebagai ketua umum Partai Demokrat. Padahal iklannya sangat baik dalam segi visualisasi dan cukup sering ditayangkan dibeberapa stasiun televisi swasta dan dengan versi yang beragam. Kegagalan ini cukup membuat terkejut banyak orang. Karena jika dilihat dari segi penyampaian pesan, iklan Andi Mallarangeng lebih menarik dari iklan-iklan calon yang lain. Dan rentang antara iklan sampai hari pemilihan sangat lama. Tidak seperti calon-calon yang lainnya yang memasang iklan hanya beberapa hari menjelang pemilihan dan durasi iklannya pun lebih lama dari calon-calon  yang lain. Seharusnya dengan iklan yang durasinya lebih lama ini masyarakat lebih “tercekoki” dengan pesan-pesan yang disampaikan. Namun dengan seringnya iklan ditayangkan dan dengan durasi yang sangat lama itu bisa menjadi “boomerang” bagi pemasang iklan itu sendiri, karena masyarakat menjadi cepat jenuh.
  1. 4. Pembahasan
Pada Iklan Politik Andi Mallarangeng. Andi Mallarangeng sudah mengkampanyekan dirinya melalui iklan dengan “jor-joran” di media massa. Dengan berasumsi bahwa media merupakan citra baru bagi individu atau lembaga, dan Andi Mallarangeng mencoba membentuk opini publik, agar citranya baik dimata masyarakat. Kegagalan Andi Mallarangeng disebabkan bukan karena iklannya tidak menarik atau kurang bagus. Kegagalan tersebut lebih kepada pesan yang disampaikan. Karena tujuan dari iklan politik ini adalah sebuah pencitraan bagi Andi Mallarangeng dalam upayanya mengubah opini masyarakat terhadap dirinya. Tentunya iklan ini seharusnya dapat “membujuk” khalayak untuk mendukungnya. Tapi perlu diingat bahwa pemilihan ketua umum Partai Demokrat adalah pemilihan intern partai. Bukan untuk pemilihan yang sifatnya nasional seperti Pilpres yang memang pemilihnya seluruh masyarakat Indonesia. Jadi iklan Andi Mallarangeng yang begitu gencarnya ditampilkan dibeberapa media massa baik cetak maupun elektronik kurang mempengaruhi suara pemilih dari “elite Demokrat”, yang diwakili oleh DPC dan DPD diseluruh Indonesia.

Dalam kasus ini yang menjadi pemilih adalah hanya kalangan Partai Demokrat. Tentunya mereka lebih mengerti tentang sebuah komunikasi yang disampaikan pada iklan Andi Mallarangeng. Tidak seperti Masyarakat awam yang hanya “menelan mentah-mentah” pesan pada sebuah iklan. Para pemilih adalah masyarakat intelektual sehingga mereka tidak mudah untuk dipengaruhi hanya dengan iklan yang ditampilkan dibeberapa media massa. Tapi mereka lebih selektif dalam menentukan apakah iklan ini sama dengan kenyataan.

Iklan Andi Mallarangeng sangat “kontradiksi” dengan siapa yang akan memilihnya, dikarenakan seakan-seakan yang memilihnya adalah seluruh masyarakat Indonesia. Padahal yang akan memilihnya adalah hanya ada pada golongan Partai Demokrat saja. Seharusnya Andi Mallarangeng lebih mengutamakan pendekatan secara pribadi pada setiap DPC dan DPD partai Demokrat. Namun ini bukan berarti bahwa Andi tidak perlu mengiklankan dirinya pada media massa, tapi iklannya tidak perlu segencar itu. Sehingga iklan ini tidak terkesan “mubazir”. Iklan pada media massa tetaplah dibutuhkan untuk pencitraan dirinya pribadi untuk karir politiknya kedepan dan pencitraan partai Demokrat yang selama ini menaunginya.
  1. 5. Solusi dan Kesimpulan
Dalam sebuah sosialisasi melaui iklan tidaklah cukup hanya dengan iklan yang memiliki visualisasi yang baik, ditayangkan berulang-ulang, dan memakai figure yang terkenal. Karena masih banyak faktor lain yang membuat pesan dalam sebuah iklan itu bisa tersampaikan kepada khalayak. Sebuah iklan dikatakan berhasil jika iklan tersebut dapat mengubah sikap mayarakat yang tadinya tidak tertarik menjadi tertarik, dan yang tidak tahu menjadi tahu. Keberhasilan sebuah iklan itu juga dipengaruhi oleh, kepada siapa iklan itu akan disampaikan. Apakah ditujukan untuk seluruh masyarakat? Atau untuk masyarakat tertentu saja. Dalam kasus iklan politik Andi Mallarangeng ini sebenarnya yang menjadi target dari iklan adalah hanya untuk kalangan tertentu saja, yaitu kalangan intern Partai Demokrat.

Kegagalan Iklan politik Andi Mallarangeng ini disebabkan karena. “ketidakbenaran” pemilihan tempat beriklan yaitu melalui media massa baik cetak maupun elektronik yang terlalu sering sehingga Andi Mallarangeng dianggap “membuang-buang” uang, boros dan terkesan terlalu mewah hanya untuk mengiklankan pencalonan dirinya sebagai ketua umum Partai Demokrat. Iklan Andi Mallarangeng dikatakan terlalu mewah karena iklannya seakan-akan mengiklankan sebagai calon presiden. Seharusnya Andi Mallarangeng lebih memberikan porsi yang lebih banyak untuk pencitraan dirinya melalui sosialisasi dengan cara pendekatan pribadi seperti yang dilakukan Anas Urbaningrum dan Marzuki Alie. Namun sepertinya Andi Mallarangeng lebih memilih media massa sebagai alat untuk mengkampanyekan dirinnya.

Jadi solusinya adalah bahwa pengiklanan politik Andi Mallarangeng harusnya lebih menekankan pada sosialisasi pribadi antara Andi Mallarangeng dengan para DPC dan DPD partai Demokrat, karena dengan sosialisasi secara pribadi lebih menimbulkan efek yang positif bagi pencitraan Andi Mallarangeng. Karena yang akan memilih adalah para DPC dan DPD. Bukan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Pengiklanan melalui media massa masih diperlukan demi pencitraan karir poitiknya kedepan dan sebagai pencitraan partai Demokrat. Yang perlu diperhatikan dalam kasus Iklan Andi Mallarangeng bahwa “perang darat” (iklan secara sosialisasi pribadi antara Andi dan DPC juga DPD) harus lebih gencar daripada “perang udara” (iklan melalui media massa).

(Pernah Dikumpulkan Sebagai Tugas Matakuliah Pengantar Periklanan)

Analisis Iklan "Sprite" Versi Bebaskan Ahmad Dhani

Iklan minuman bersoda yang terkenal ini yaitu “Sprite” mengiklankan produknya dengan cara versi musik, yang dibawakan dan dibintangi oleh Ahmad Dhani. Bintang yang dipilih pun, bintang yang sekarang sedang banyak diperbincangkan. Itu sebuah strategi yang bisa dikatakan jitu karena menggunakan ikon artis yang sedang “naik daun” dan banyak dikenal oleh masyarakat (konsumen). Dengan dipilihnya ikon artis terkenal masyarakat (konsumen), dapat lebih cepat mengenal produk yang diiklankan. Dan masyarakat disini tentunya menjadi target pemasaran produk “Sprite” ini.

Dari segi alur cerita iklan ini divisualisasikan (digambarkan) dengan latar suasana siang hari yang penat dan panas, di tengah jalan yang macet. Di mana emosi orang-orang semakin meningkat dan menimbulkan kekacauan yang membuat orang-orang tersebut bertengkar. Di tengah peristiwa yang kacau tersebut sang bintang iklan bernyanyi dan mengajak orang-orang tersebut untuk ikut bernyanyi sambil meminum “Sprite”. Setelah mereka minum suasana berubah menjadi “refresh” dan emosi menjadi turun. Dari alur cerita ini menimbulkan kesan kesegaran pada psikologis orang-orang.

Untuk lirik lagu dalam iklan “Sprite” ini juga mempunyai makna kesegaran yang identik dengan minuman bersoda, seperti penggalan lirik “Buanglah gerahmu, singkirkan penatmu, sirami panasmu, pupuskan pusingmu. Bebaskan-bebaskan gerahmu rasakan sensasinya. Bebaskan-bebaskan gerahmu rasakan sensasi plong”. Selain lirik lagu yang mempunyai makna kesegaran juga terselip makna yang mengandung unsur edukasi dalam menjalani hidup, seperti penggalan lirik “Siapa bilang hidup ini mudah seperti yang dibayangkan. Hidup tak pernah selalu seperti yang di mau yang diharap-harapkan. Apa itu hidup bila tidak ada masalah-masalah yang selalu ada”. Lirik lagu dalam iklan ini bukan hanya sebagai “pemanis” tetapi mempunyai relevansi dengan sebuah produk minuman bersoda. Dan iklan ini bisa dikatakan bagus karena bukan hanya sekedar menjual produk, yang sifatnya komersil tapi ada unsur edukasi dalam penggalan lirik lagunya. Musik yang digunakan juga musik yang khas ditelinga konsumen Indonesia yaitu musik yang “berbau” irama dangdut

Itulah analisis saya mengenai pesan yang ingin disampaikan dari iklan ˝Sprite˝ ini. Sehingga menimbulkan efek berupa perubahan tingkah laku, setelah melihat iklan ini. Perubahan yang dimaksud yaitu berupa ketertarikan konsumen pada produk yang diiklankan dan pada akhirnya memutuskan untuk meggunakan produk ini.
(Pernah Dikumpulkan Sebagai Tugas Matakuliah Pengantar Periklanan)

Setahu Saya Tentang Islam Liberal

Orang sering mengatakan bahwa Islam Liberal adalah sesat, melenceng, keluar dari islam atau apalah sebutan-sebutan yang lainnya. Dalam persepsi saya perbedaan antara Islam Liberal dengan Islam yang lainnya hanya ada pada penafsiran tentang doktrin-doktrin agama. Islam Liberal biasanya menafsirkan sesuatu disesuaikan dengan konteks masyarakat, lingkungan, adat dan lain-lain, dan apakah sebuah tafsir  masih relevan dengan keadaan masa kini. Karena sebuah tafsir yang sudah lama mungkin sudah tidak sesuai lagi.

Islam sendiri datang kurang lebih 14 abad yang lalu. Tentunya aturan-aturannya mungkin ada yang tidak relevan lagi (butuh penafsiran ulang). Banyak orang yang mengatakan bahwa manusia akan damai ataupun berjalan lancar jika hanya dengan menggunakan aturan teks-teks suci agama yang berasal dari Tuhan, tanpa perlunya aturan-aturan buatan manusia. Hanya sebagai contoh ketika Pesawat Garuda Indonesia Airways (GIA) dilarang untuk terbang ke Eropa itu adalah merupakan kesepakatan dan aturan oleh badan penerbangan internasional yang pastinya buatan manusia. Dan saya yakin aturan itu tidak ditemukan dalam kitab suci agama manapun. Jadi intinya tidak semua permasalahan di dunia ini ada dalil-dalil yang eksplisit (jelas) yang tercantum dalam teks-teks suci. Maka dari itu perlu adanya aturan-aturan yang dibuat manusia yang dikenal sebagai hukum positif.

Jadi saya menganggap bahwa perbedaan Islam liberal dengan Islam yang lainnya hanya ada pada penafsiran. Karena bagi saya penafisiran itu tidak bersifat tunggal.

Memaknai Cinta

Cinta, cinta, cinta, dan cinta ini semuanya hanya untuk diri-Nya. Dialah yang menciptakan cinta maka akan aku kembalikan pada-Nya.

Aku ini jatuh cinta pada-Mu, aku ini mabuk kepayang pada-Mu, aku ini tergila-gila pada-Mu. Kecintaanku pada-Mu, melebihi segala-galanya di semesta ini.

Aku tidak akan pernah kalah untuk mencintai-Mu. Sampai jiwaku mati dan musnah, sampai Engkau berhenti meniupkan nafas untukku. Aku akan tetap mengejar-Mu sampai ruh ku pergi untuk menemui-Mu.
Ini adalah sebuah jawaban dari-Nya. Ketika memunajatkan hatiku melalui lisanku. Ketika meminta pendekatan dan penjauhan yang menurutnya-Nya baik dan buruk. Prasangka baik ku pada-Nya adalah sebuah keharusan.
Jika cinta kepada manusia, sering memabukan, bahkan rela mati hingga disebut cinta mati. Tapi cinta kepada-Nya akan lebih memabukan dan gila.

Jiwa yang tenang. Ruh yang ditiupkan-Nya, merasuk kedarahku. Hembusan-hembusan nafasku yang ditiupkan-Nya, memberi kenikmatan duniawi walau hanya sementara. Dan akulah jiwa yang ditiupkan oleh-Nya. Semua yang ada di dunia ini adalah penampakan-Nya. Semua-Nya hina kecuali Dia.

Jumat, 20 Mei 2011

Character Assassination

"Dalam politik tak ada kawan yang abadi yang ada adalah kepentingan abadi" itulah yang sering terdengar saat ini. Itu sudah menjadi rahasia umum dimana seorang yang kepentingannya tidak di tanggapi mereka berpindah dari partai yang satu ke partai yang lainnya. Jika sudah begitu mereka menjadi saling hujat bahkan saling melakukan "character assassination". Mereka lupa mereka pernah menjadi kawan, yang diingat hanya kepentingan dan kekuasaan. Yang menjadi pertanyaan apakah kepentingan mereka untuk kepentingan rakyat atau kepentingan mereka hanya untuk dirinya sendiri dan golongannya?

Islam Indonesia

Saya berpendapat islam indonesia harus berbeda dengan islam arab, eropa, amerika maupun islam lainnya. Karena dalam hal ini kita memiliki kultur yg berbeda. Karena tentunya agama tidak bisa dipisahkan dari kultur suatu negara. Dalam hal ini kultur yang ada di Indonesia lebih dulu lahir dari kedatangan Islam ke Indonesia. Maka saya kurang begitu suka memakai jubah, sorban, yg dianggap simbol Islam tapi menurut saya itu adalah simbol kultur arab. Dan saya lebih suka memakai sarung dan peci hitam yg rasanya lebih mencerminkan kultur Indonesia. Apakah karena islam turun di tanah arab kita harus mengikuti islam yang bercampur dengan kultur arab?. Dan saya tentunya lebih memilih islam yg berakulturasi dengan budaya Indonesia bukan islam yg berakulturasi dengan budaya bangsa lain seperti arab maupun bangsa lainnya. Saya tidak bermaksud mendeskreditkan islam yg lain, saya hanya berpendapat bahwa dalam setiap kultur suatu bangsa memiliki keislamannya sendiri.