Blogroll

Nelayan Sawah mengucapkan selamat Hari Sumpah Pemuda.

Sample Text

Silahkan tinggalkan komentar Anda, karena setiap kritik dan saran Anda sangat membantu kami para petani untuk menulis blog ini menjadi lebih baik lagi.

email : akunbareng2@gmail.com

Postingan Acak

Lagi Loading, Di mohon Sabar
Didukung oleh: Nelayan Sawah.

Jumat, 03 Agustus 2012

orang bodoh dan polisi yang bodoh

ini kisah nyata, cerita saya waktu ditilang polisi

ceritanya ini bermula dari saya  mengantar pacar saya, pada waktu itu pacar saya minta diantar kesekolahnya, karna waktu itu saya sedang tidak sibuk apa-apa, saya pun dengan sangat senang mengantarkannya. tepat pukul 11.30 WIB saya berangkat untuk mengantarnya. karna waktu itu sedang buru-buru, saya pun tancap gas ke sekolahnya, pada saat itu terlihat dari kejauhan traficlight (lampu merah) berwarna hijau, saya pun menambah kecepatan motor saya agar terhindar dari lampu merah, namum sial, lampu itu pun berganti warna merah. karna kondisi jalan sepi dan saya pun dalam keadaan ngebut, saya teroboslah lampu merah tersebut, tiba-tiba seorang polisi berdiri ditengah jalan dan memberentikan saya, saya pun langsung ngrem mendadak "buset neh polisi mau mampus kali yah berentiin ditengah jalan" ungkap saya dalam hati sambil ketakutan.
Pak polisi "minggir kamu", saya pun menepi dipinggir jalan.
"kenapa menerobos lampu merah" ujarnya.
"sa..sa..saya ngak ngliat pak" saya gugup dan ketakutan.
pak polisi "mana SIM dan  STNK kamu".
saya "ngak ada pak, rumah saya deket, saya cuma nganterin ade saya sekolah, jadi gak bawa apa-apa".
polisi itupun mencabut kunci motor saya sambi berkata "ikut saya ke pos". saya pun mengikutinya. (sebelumnya pas saya ditilang saya menyuruh pacar saya masuk kesekohnya, karna sekolahnya cuma beberapa meter dr tempat saya ditilang) lanjut ceritanya,. Polisi itu pun mengintrogasi saya lebih lanjut "kamu ini udah nerobos lampu merah, gak ada SIM, STNK, kena pasal berlapis nih kamu". saya pun semakin merasa takut "maaf pak, rumah saya kan deket, lagian saya cuma nganterin ade saya" dengan tutur nada yg lemas dan muka yang pucat (muka melas). pak polisi "alasan kamu, yasudah mau diselesain disini apa dipengadilan, kamu ini banyak pelanggarannya, udah nerobos lampu merah, gak ada SIM, STNK, motor tampa spion, bla bla bla bla.... kamu bisa kena 750ribu klo disidang". saya terkejut kaget, saya bertanya "klo diselesain disini kena brp". pak polisi "500ribu ajah". "hah" sayapun kaget "duit drmana saya pak. bawa dompet juga kagak". pak polisi "yasudah brti disidang ajah". saya "jangan-jangan pak.. gimana yahh.. gini ajah dirumah saya punya duit 300ribu. bapak mau ngak..?. pak polisi "aduh 500rbu dek". saya "ya pak. tolong lah pak. ini bukan motor saya" sambil memasang muka sedih. pak polisi "ya udah deh, rumah kamu dimana, jauh gak". saya "di daerah cipondoh". pak polisi "kamu naek anggkot ajah, kan motor saya tahan". saya : "kan saya gak bawa apa-apa pak, duit drmn buat naek anggkok!!"
polisi itupun memberi saya uang sebesar 10ribu rupiah sambil berkata "neh buat naek angkot, tapi jangan lama-lama jem 1 saya ganti sip, jadi jem 1 saya udh gak dsni". sayapun menjawab : "makasih pak, tapi klo angkotnya ngetem trus macet, dan bapak udah gak dsni, saya bayar ke siapa. trus motor saya gimana" . pak polisi "emmm iya yah. gimana yah". saya: "gini ajah dah pak, saya bawa motor saya. bapak pegang hp saya buat jaminan". pak polisi "hp apaan neh (maklum hp esia jadul), udah bawa ajah motornya. tp jgn bohong ya. awas kamu (sambil mengancam). dengan membawa surat tilang. saya pun tancap gas pulang kerumah.
sesampainya dirumah saya pun melaporkan kejadian tersebut kpd ayah saya.
saya : pak, td saya ditilang di cikokol, ne surat tilangnya
ayah : apanya yg ditilang.
saya : ngak ada c, cuma dpet surat tilang doang
ayah : yawdah ngapain lu balik lagi, kan kaga ada yg ditilang, itu mah polisi yg nyari duit
saya pun terbengong dan berpikir,  "ow iya yah ngapain w balik lagi, kan gak ada yg disita, hhahaha"

jadi saya yang begitu bego ajah bisa bego-begoin seorang polisi. ngak kena duit malah dapet duit 1o ribu. hhahaha... intinya jika kalian ditilang polisi yang begitu.. ya pura-pura polos en bego lah.. sambil memasang muka sedih.. wkwkwkwkw 
oleh : alan Saputra

Jumat, 06 Juli 2012

Kisah seorang "Jenius"

Sudah satu tahun lebih nelayan sawah ada dan eksis di planet ini. Banyak cerita seru selama 2 semester ini. Ah,, sudah lama juga w gak menulis di blog ini. Akhirnya w bisa pulang kampung juga liburan semester ini,, Bahagianya,,, :D. Ya iyalah, gimana gak bahagia, selama kuliah w baru pertama ini gak pulang kampung di liburan semester. Dengan perjuangan yang gak pantang menyerah dan semangat yang gak mati", serta dukungan dari petani", akhirnya w bisa juga pulang kampung. Hha,, di tulisan ini w akan menulis flasback w selama 2 semester ini. 

Kisah pertama stresnya w gara" gak bisa pulang kampung semester 5 lalu, Ya itu karena w gak dapat tempat magang. Bayangkan Cuy, Tadinya w sudah hampir diterima magang di MetroTV dari teman, yah itu katanya disana ada orang dalem. Gimana gak senangnya w? MetroTV cuy??? Eh,, mendadak teman w batalin, katanya disana sulit magangnya. Terus teman w ngajakin magang di RCTI. Lumayan,, paling gak sering ketemu artis. Hhe,, Tapi batal juga. sudah 1 bulan lebih gak ada panggilan. Tapi w belum menyerah, teman" nelsaw ngajakin w ngelamar tempat magang di Koran Rakyat Merdeka. Dengan penuh percaya diri w coba tanya orang sana. "Maaf mas, tempat ini peserta magangnya udah penuh." Ah.. Sial!!! dengan rasa putus asa w pulang kerumah dengan tangan hampa. Rezeki emang gak kemana Cuy, w diajak Alan magang ditempat dia, Tangerang Ekspres. Alhamdulilah dapet dan w bisa magang disana. Itu juga w dapet nilai A KKLnya, keren..

Kisah selanjutnya terungkapnya kedok si "belok". Agak kasar emang. Gimana gak, selama ini kebaikan w cuma dimamfaatin doank ama tu cewek. Pengorbanan w gak sedikit itu sia". Bayangkan coba, w uda bantu tugas kuliah dia, eh.. klo ketemu dijalan dia pura" gak nengok, langkah kakinya tiba" membelok. Dari situ dia w bilang "si belok". Cinta kadang" membuat orang buta dan menghilangkan separuh logikanya.

Kisah berikutnya kita tinggalin yang galau". Di semester ini w ama petani" nelsaw berlibur ke Pulau Seribu, Untung Jawa. Bagus tempatnya. Dengan perjalanan 1 jam dari perahu sampai tiba ke pelabuhan pulau untung jawa. Tapi, w mual tuh. tapi w gak separah Mamad, yang sampe muntah" di perahu. Hhe,, seru disana. Berasa dipulau terpencil yan gak berpenghuni. Makanan disana sayangnya gak begitu enak. Mulai dari sini ni w jadi mulai boros ama duit. Maunya jajan mulu. Tapi ada certia lucu, teman w yang yang w sebut "Om Diki", ternyata eksis juga photo"nya. Mulai dari gaya jongkok ampe alay. Hha,, 

Oh ya,, disemester ini paling w benci adalah "Tinjauan Nilai". Ya itu nilai UTS w ada yang keluar. Tau tu salah siapa, ntah Dosennya lupa entry nilai w atau kesalahan dari sistem kampusnya. Ah intinya, w gak bisa lama" liburan gara" harus ngurusin "Tinjauan Nilai" itu. Kan rugi w. Mudah"an ada keajaiban, nilai w bisa keluar atau dosennya yang bantuin. Amin.. 

Disemester ini kisah yang terhebat adalah w ama Tanto mau buka usaha. Biarpun gak mudah, tapi dengan semangat yang besar w ama Tanto mulai mencoba membuat satu makanan. Ya,, Piscok!". Kata Tanto sih itu makanan Absolut. Hhe,, Resep uda didapat, Nama Brand uda ada, tapi sekarang kendalanya adalah tempat jualannya yang gak mudah didapat. Maunya sih di kampus. Tapi kayannya Bu Tutik sang pengelola sewa tempat dagang di kampus kurang bisa diharapkan. Tampaknya dia kurang yakin dengan rencana w ini. Tapi gak menyerah, masih ada rencana lain. tapi w juga gak akan tulis lagi. Tunggu sampai W ma Tanto berhasil. Doakan, Ok!. 

Ah,, ZzzZz w uda ngantuk. Sampai disini tulisan w. kesimpulannya, Nelayan Sawah itu, orang"nya bukan orang biasa. Tapi luar biasa. W mau tidur!!!

Sabtu, 28 Januari 2012

Bisakah Kita Hidup Tanpa Bantuan Orang Lain yang Tidak Seagama?

Bayangkan! Jika kita akan membeli sesuatu kita harus menanyakan pada si penjual, agamanya apa. Waduh itu sangat merepotkan. Dan sangat tidak efisien dan boros. "Dan pemboros-pemboros itu temannya setan".

Sekarang kita lihat barang-barang disekitar kita. Mulai dari handpone, televisi, komputer, bahkan mainan anak-anak. Hampir mustahil jika pembuatan barang-barang tersebut tidak ada campur tangan orang yang tidak seagama.

Dalam pemikiran saya dari manapun asalnya jika sesuatu itu baik tidak ada salahnya jika kita menggunakannya atau mengadopsinya

Sudahlah kita jangan terlalu "ribet" dengan hal-hal seperti itu. Seperti almarhum Gus Dur mengatakan "gitu aja kok repot"

Oleh: Diki Permana

Selasa, 24 Januari 2012

Apapun bangsanya dihadapan Tuhan sama

Apa yang membedakan dan istimewanya kita dihadapan Tuhan adalah iman kita, bukan karena kita mempunyai garis keturunan dengan Muhammad, keturunan Yahudi, keturunan ras Arya atau keturunan bangsa apapun. Karena Tuhan tidak pernah membedakan dari mana asal kita, bangsa Arab atau Indonesia. Bukankah Islam mengajarkan kesetaraan pada setiap bangsa.

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."(Al Hujuraat: 13)

Jadi apakah ada bangsa yang lebih istimewa dara bangsa lainya. Dan apakah ada bangsa yang lebih rendah dari bangsa lainnya. Jika klaim bangsa dirinya yang terbaik mungkin itu bisa menimbulkan Genosida semasa Hitler, itu sungguh sangat mengerikan. Dan kita tidak ingin itu terjadi.

Oleh: Diki Permana

Jangan Bakar Bendera Suatu Negara!

Apakah kamu cinta negaramu? Jika kamu cinta negaramu berarti kamu akan hormat pada bendera negaramu, dan kamu tidak akan rela jika bendera negaramu dihina, dengan cara dibakar dan di injak-injak. Sungguh sangat miris melihatnya. Jika dulu ada kasus pengklaiman kebudayaan Indonesia oleh Malaysia, ramai masyarakat berdemo dan juga membakar dan menginjak-injak bendera Malaysia, kasus pembangunan pemukiman yahudi oleh Israel d Palestina. Bendera Israel juga dibakar, kasus karikatur Nabi Muhammad oleh media cetak Denmark, bendera Denmark juga dibakar. Yang paling sering adalah pembakaran bendera Amerika serikat. Menurut saya pembakaran bendera pada suatu demonstrasi sangat tidak etis. Saya sendiri akan sangat marah jika "Merah Putih" dibakar. Bagi saya bendera negara adalah simbol kerhormatan bangsa. Jika memang kebijakan suatu negara luar kita anggap menyimpang janganlah membakar bendera negara tersebut. Kasihan rakyat nya yang tidak terlibat dan mencintai bendera mereka sebagai simbol negaranya.

Oleh: Diki Permana

Minggu, 22 Januari 2012

Demokrasi Jangan Diganggu Gugat

Paham demokrasi memang berasal dari barat. Tapi kalau itu baik tidak salah jika kita mengadopsinya. Tapi yang puritan selalu menjadikan alasan "barat" tersebut, Untuk megubah faham demokrasi dengan faham yang mereka anggap benar. Padahal si puritan bisa berbicara dan berpendapat karena demokrasi. Jadi mereka itu "benci" demokrasi padahal mereka menikmatinya. Itu sangat kontradiksi dengan pernyataan mereka selama ini. Mereka itu seperti kacang yang lupa kulitnya. Indonesia memang negara "beragama" tapi tidak usah menjadi "negara agama".

Jumat, 20 Januari 2012

Kisah Teladan Toleransi Rasulullah saw

Dikisahkan, bahwa pada suatu hari ketika delegasi Kristen Najran mendatangi Rasulullah saw, beliau menerima mereka di masjid. Saat itu Rasulullah saw sedang melaksanakan sholat ashar. Lalu mereka meminta izin kepada Rasulullah saw untuk melakukan kebaktian di masjid. Beliau menjawab, "Biarkan mereka melakukan kebaktian di masjid ini". Mereka pun menunaikan kebaktian sembari menghadap ke arah timur.

(Zuhairi Misrawi, Al-Qur'an Kitab Toleransi, Pustaka Oasis, Jakarta, 2010, hlm. 197)